Ditopang oleh saham keuangan dan industri, pada perdagangan hari Senin (17/4/2023), indeks utama saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, membukukan keuntungan. Investor bersiap menghadapi minggu yang berat dari kinerja perusahaan dan komentar dari pejabat Federal Reserve yang dapat menggambarkan arah suku bunga saat ini.
Mengutip Reuters, Selasa (18/4), Dow Jones Industrial Average naik 100,71 poin atau 0,3 persen menjadi 33.987,18. S&P 500 naik 13,68 poin atau 0,33 persen pada 4.151,32. Dan Nasdaq Composite bertambah 34,26 poin atau 0,28 persen ke 12.157,72.
Pasar memprediksi keuntungan perusahaan dan ekonomi usai beberapa bank mencatatkan laporan kuartal pertama dengan hasil yang positif pada pekan lalu. Sementara itu, Fed New York menyampaikan aktivitas manufaktur meningkat untuk pertama kalinya dalam lima bulan, membantu memperkuat peluang bank sentral AS menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan depan.
“Pasar berada dalam posisi menunggu dan melihat,” kata ahli strategi investasi di Edward Jones Angelo Kourkafas. “Kami memiliki banyak pendapatan perusahaan ke depannya dan keputusan suku bunga Fed dalam beberapa minggu,” jelasnya.
Investor sedang menunggu laporan dari bank-bank besar AS lebih banyak minggu ini, termasuk Goldman Sachs Group Inc, Bank of America Corp dan Morgan Stanley usai saham kelas berat mencakup JP Morgan Chase & Co menuai keuntungan dari pembayaran bunga lebih tinggi pekan lalu.
Perusahaan lainnya yang akan ditunggu laporannya antara lain Johnson & Johnson, Tesla Inc dan Netflix Inc. Pendapatan perusahaan S&P 500 diperkirakan turun 4,8 persen pada kuartal pertama dari periode tahun sebelumnya, menurut data Refinitiv IBES.
“Laba perusahaan muncul sebagai pendorong besar apa yang kemungkinan dilakukan pasar dalam waktu dekat, dan investor ingin melihat seperti apa sebelum mereka bertaruh,” ujar Chuck Carlson, kepala eksekutif di Horizon Investment Services di Hammond.
Investor juga berusaha mengukur kemungkinan yang terjadi menyusul krisis perbankan bulan lalu yang sebagian orang prediksi dapat mempercepat penurunan ekonomi. Bank sentral AS terlihat akan menaikkan suku bunga 25 basis poin ke kisaran 5 persen-5,25 persen bulan depan.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari Selasa (18/4) jelang libur panjang Lebaran 2023. Pada perdagangan Senin (17/4), IHSG melemah 30,992 poin (0,45 persen) ke level 6.787,582.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan jadwal libur bursa selama masa Lebaran 2023 dimulai pada Rabu, 19 April 2023. Bursa saham kembali dibuka pada Rabu, 26 April 2023.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya memperkirakan IHSG berada di rentang 6.737 – 6.845. Peluang koreksi minor jika terjadi pada IHSG masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian.
“Hari terakhir jelang libur panjang hari raya, melihat peluang jangka panjang IHSG yang masih menunjukkan potensi menguat, peluang koreksi minor dimanfaatkan investor untuk akumulasi pembelian terutama saham-saham berfundamental kuat. Hari ini IHSG berpotensi melemah,” kata William, Selasa (18/4).
Sementara itu, tim MNC Sekuritas mengungkapkan pergerakan IHSG pun masih berada di antara MA20 dan MA60. Saat ini posisi IHSG masih berada pada fase konsolidasinya.
“Dan nampaknya sudah berada di awal wave (c) dari wave [ii], hal tersebut berarti pergerakan IHSG akan cenderung tertekan dan rawan terkoreksi ke bawah 6.735 sebagai support terdekatnya,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Meskipun menguat, maka IHSG akan terbatas untuk menguji rentang area 6.793-6.810 saja. MNC Sekuritas meminta investor waspadai apabila IHSG menembus 6.735, maka arah koreksi IHSG akan menuju ke 6.667-6.705.
Adapun beberapa rekomendasi saham dari tim MNC Sekuritas, yaitu AAGI, BRPT, HILL dan JPFA.