Ditopang Kinerja Saham Bank di AS, Wall Street Menguat

Pada perdagangan hari Jumat (13/1/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat. Ketiga indeks utama mengalami kenaikan ditopang oleh kinerja saham bank-bank di AS.

Mengutip Reuters, Senin (16/1), Dow Jones Industrial Average naik 112,64 poin (0,33 persen) menjadi 34.302,61. S&P 500 naik 15,92 poin (0,4 persen) menjadi 3.999,09. Sedangkan Nasdaq Composite bertambah 78,05 poin (0,71 persen) menjadi 11.079,16.

Pada pekan kedua 2023, S&P 500 naik 2,7 persen dan Dow naik 2 persen. Nasdaq meningkat 4,8 persen yang merupakan persentase terbesar sejak 11 November 2022.

S&P 500 dan Nasdaq berakhir pada posisi tertinggi dalam sebulan pada hari Jumat, dengan saham bank JPMorgan Chase dan bank lainnya naik usai kinerja kuartal yang mengarah ke musim pendapatan.

JPMorgan Chase & Co dan Bank of America Corp membukukan kinerja positif yang mengalahkan perkiraan analis. Saham keempat perusahaan naik bersamaan dengan indeks bank S&P 500, yang berakhir naik 1,6 persen. Saham JPMorgan melonjak 2,5 persen.

Presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville Virginia, Peter Tuz, mengatakan investor akan mengawasi perusahaan eksekutif lebih lanjut dalam beberapa minggu ke depan.

“Meskipun pada dasarnya pendapatan perusahaan baik-baik saja, orang-orang memilih untuk mundur, dan kalian akan mengamati sikap menunggu di pasar saham, karena investor ingin mendengar lebih banyak dari perusahaan eksekutif,” ujar Peter.

Menurut data Refinitiv, pendapatan year on year dari perusahaan mendorong S&P 500 diperkirakan menurun 2,2 persen pada kuartal tersebut. Selain itu, saham Tesla turun 0,9 persen setelah memangkas harga kendaraan listriknya di Amerika Serikat dan Eropa sebanyak 20 persen usai melesat dari target pengiriman 2022.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Senin (16/1). Pada pekan lalu, IHSG melemah 0,64 persen pada level 6.641,830 dari 6.684,558.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan pergerakan IHSG pada hari ini terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar.

“Jika terjadi koreksi wajar, maka momentum masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka menengah hingga jangka panjang,” kata William.

Sedangkan pergerakan IHSG juga akan diwarnai oleh rilis data perekonomian tentang neraca perdagangan yang disinyalir akan berada dalam kondisi stabil. IHSG masih akan cenderung bergerak sideways.

Sementara itu, tim riset MNC Sekuritas mencermati IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji ke 6,730 hingga 6,844 dalam jangka pendek. Waspadai apabila IHSG break area support, maka IHSG akan mengarah ke 6.430.

“Selama IHSG masih mampu bertahan di atas 6.557 sebagai supportnya, maka posisi IHSG nampaknya sudah menyelesaikan wave v dari wave (c) dari wave [y] dari wave B pada label merah,” tulis tim MNC Sekuritas dalam risetnya, Senin (16/1).

Berikut ini rekomendasi saham dari tim riset MNC Sekuritas:

  1. ADRO

Buy on Weakness: 3.070-3.120

Target Price: 3.430, 3.760

Stop loss: below 2.980

  1. ASII

Buy on Weakness: 5.350-5.425

Target Price: 5.800, 6.150

Stop loss: below 5.200

  1. BBRI

Buy on Weakness: 4.440-4.470

Target Price: 4.590, 4.660

Stop loss: below 4.360

  1. MARK

Buy on Weakness: 575-605

Target Price: 680, 750

Stop loss: below 560

 

Leave a Comment