Di Tengah  Penawaran Cyber Monday, Wall street Anjlok

PADA perdagangan Senin (27/11/2023), Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup turun. Pasalnya, investor mengambil jeda pasca-Thanksgiving karena musim belanja liburan mulai mencapai puncaknya dan pengecer memikat pemburu barang murah dengan penawaran Cyber ​​Monday.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,16 persen menjadi 35.333,47, S&P 500 (.SPX) kehilangan 0,20 persen menjadi 4.550,43 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,07 persen menjadi 14.241,02.

“Pasar mengambil waktu sejenak untuk mencerna keuntungan yang kita lihat pada bulan November,” kata Ahli Strategi Investasi Tom Hainlin.

“Kita berada pada kisaran perdagangan tertinggi yang telah kita jalani selama beberapa waktu,” tambahnya.

Lebih lanjut, transaksi belanja online sebagai bagian dari Cyber ​​Monday diproyeksi akan menarik pembeli untuk membelanjakan uangnya hingga mencapai rekor USD 12 miliar. Menurut Adobe Analytics, hal itu merupakan tanda positif terbaru mengenai kesehatan konsumen Amerika, yang pengeluarannya menyumbang sekitar 70 persen dari PDB AS.

“Setelah empat minggu aktivitas pasar yang sangat kuat dan positif, kami melihat investor mengambil sedikit istirahat dan fokus pada data,” kata CEO AXS Investments di New York, Greg Bassuk.

“Minggu ini semua perhatian akan terfokus pada data inflasi tambahan serta kepercayaan konsumen dan belanja untuk menentukan apakah Main Street mampu mengimbangi Wall Street,” imbuhnya.

DIPROYEKSIKAN MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan Selasa (28/11). Senada dengan penutupan perdagangan saham Senin (27/11), IHSG ditutup naik 3,774 poin (0,05 persen) ke posisi 7.013,406.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang 6.821-7.054.

“Hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas. Pola pergerakan IHSG menjelang pergantian bulan terlihat masih berada dalam rentang konsolidasi wajar, peluang kenaikan masih belum terlihat terlalu besar,” kata William dalam risetnya dikutip pada Selasa (28/11).

Sedangkan dalam jangka pendek, William melihat IHSG cenderung berpotensi bergerak sideways di tengah minimnya sentimen yang dapat mendongkrak kenaikan IHSG secara signifikan, sehingga peluang koreksi minor masih dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian.

Adapun William merekomendasikan saham untuk perdagangan Selasa (28/11), meliputi BBNI, SMGR, ICBP, TBIG, AALI, SMRA, dan KLBF.

Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang memproyeksikan potensi pullback IHSG ke level psikologis 7.000 pada Selasa (28/11).

“IHSG kembali mengalami pullback pasca uji resistance 7.050. Dengan demikian, IHSG kembali membentuk upper-bound panjang untuk kali kedua secara berturut-turut,” kata Alrich dalam risetnya dikutip pada Selasa (28/11).

Alrich bilang, secara teknikal, IHSG masih berada dalam kondisi rawan profit taking di Selasa (28/11). Waspadai potensi pullback atau koreksi ke critical level di 7.000.

“Perlambatan pertumbuhan M2 money supply di Indonesia ke 3.4 persen yoy di Oktober 2023 dari 6 persen yoy di September 2023 memperkuat keyakinan pasar terhadap tren penurunan inflasi jelang akhir tahun 2023,” tambah Alrich.

Dengan demikian, lanjut Alrich, BI diyakini memiliki ruang untuk kembali menahan suku bunga acuan di level 6 persen pada RDG Desember 2023.

Kondisi ini menurutnya memicu penguatan signifikan 0.45 persen nilai tukar Rupiah ke level Rp 15,490 per USD di Senin (27/11) sore.

Alrich menyebut top picks pada Selasa (28/11), meliputi potensi trading buy pada BBTN, BMRI, CTRA, SMGR dan UNTR; peluang buy on support pada ACES dan ISAT; serta peluang speculative buy pada BMTR.

***

 

Leave a Comment