Data Ekonomi yang Berpengaruh pada Pasar Saham

Sudah lazim diketahui bahwa pasar saham menjembatani sektor riil (perusahaan-perusahaan besar yang membutuhkan dana untuk ekspansi) dan sektor keuangan (pihak-pihak yang memiliki surplus dana). Oleh karenanya, data-data terkait kondisi ekonomi dapat berpengaruh cukup besar terhadap performa pasar saham suatu negara.

Berikut ini beberapa jenis data ekonomi yang dikenal berdampak cukup besar:

1. Data Pertumbuhan PDB

Produk Domestik Bruto (PDB) atau dalam bahasa Inggris disebut juga Gross Domestic Product (GDP) merupakan indikator yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Apabila angkanya meningkat terus dari tahun ke tahun, berarti perekonomian sehat. Namun, jika angkanya menurun, maka kondisi ekonomi bisa dinilai kurang bagus bagi pebisnis, sehingga keyakinan investor di pasar saham kemungkinan akan menurun.

Bahkan, jika pertumbuhan GDP tercatat di bawah nol selama tiga kuartal beruntun, maka suatu negara bisa dianggap telah memasuki masa resesi. Imbasnya boleh jadi memicu aksi jual di bursa.

Data Ekonomi Yang Berpengaruh Pada Pasar Saham

2. Data Nilai Tukar (Kurs)

Kurs mata uang yang menguat merupakan kabar positif bagi para emiten yang operasionalnya tergantung pada impor dan punya utang luar negeri dalam jumlah besar. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar merupakan kabar positif bagi para emiten yang operasionalnya tergantung pada ekspor, tetapi buruk bagi para importir dan perusahaan-perusahaan yang punya utang valas besar.

Secara keseluruhan, dampak nilai tukar terhadap pasar saham setiap negara bisa berbeda-beda, tergantung pada bagaimana proporsi kedua kelompok emiten tadi. Sebagai investor saham, Anda cukup mencermati bagaimana dampak perubahan nilai tukar pada saham-saham dalam portofolio investasi Anda saja.

3. Laporan Keuangan dan Pembagian Dividen

Laporan keuangan dan pembagian dividen setiap emiten dapat dirilis pada tanggal berbeda-beda. Ini merupakan indikator penting bagi investor yang mengandalkan analisa teknikal maupun fundamental. Mengapa demikian? karena laporan keuangan bisa jadi mengungkap situasi yang di luar ekspektasi, seperti pendapatan yang lebih besar, utang yang tak jelas peruntukannya, dan lain-lain.

Ketiga data ekonomi ini harus diketahui oleh setiap investor dan trader. Jangan sampai Anda ceroboh membeli saham yang buruk menurut data ekonomi terbaru.

Tagged With :

Leave a Comment