China Stabilkan Yuan, Wall Street Melesat

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street melesat lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Selasa (6/8). Kondisi tersebut terdorong oleh stabilnya atau uang China, Yuan.

Bank Sentral China akhirnya mengambil langkah untuk stabilkan yuan, hal ini sekaligus meredakan kekhawatiran pasar yang menganggap mata uang sebagai senjata perang dagang AS-China.

Dilansir Reuters, Rabu (7/8), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 311,78 poin, atau 1,21 persen menjadi 26.029,52, indeks S&P 500 (SPX) naik 37,03 poin, atau 1,30 persen menjadi 2.881,77.

Sementara Nasdaq Composite (IXIC) dalam perdagangan Wall Street hari kemarin menambahkan 107,23 poin atau 1,39 persen menjadi 7.833,27.

Nilai yuan terhadap dolar AS berada di level 7,0297 pada Selasa sore, sedikit menguat dari sebelumnya 7,0562.

Sejumlah pihak menduga pelemahan yuan sengaja dilakukan untuk memitigasi dampak dari pengenaan tarif AS dan membuat ekspor China semakin kompetitif di pasar internasional.

Departemen Keuangan AS sebelumnya juga menyebut Beijing sebagai manipulator mata uang, karena membiarkan yuan merosot ke level terendah lebih dari satu dekade.

“Ini adalah sinyal dari pihak China ingin menjaga yuan tetap stabil dan meningkat. Tetapi itu juga menunjukkan seberapa cepat hal-hal dapat berubah,” kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey.

Langkah China memperbaiki yuan pada tingkat yang sedikit lebih kuat dan komentar penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow bahwa Presiden Donald Trump berencana untuk menjadi Tuan Rumah delegasi China untuk pembicaraan pada September mendatang, menghilangkan kekhawatiran tentang eskalasi lebih lanjut dalam perang dagang.

Indeks teknologi S&P (SPLRCT), yang mencakup perusahaan yang memiliki pengaruh besar ke China, naik 1,61 persen dan memberikan dorongan terbesar pada indeks S&P.

Baca Juga:   7 Investor Saham Paling Terkenal di Dunia dan Strategi Mereka

S&P 500 dan Nasdaq berhasil mengakhiri enam hari penurunan berturut-turut. Saham anjlok pada minggu lalu ketika Trump bersumpah untuk mengenakan tarif 10 persen atau senilai USD 300 miliar pada impor China.

Sepanjang sesi perdagangan Wall Street, saham Apple Inc (AAPL.O) naik 1,9 persen, sedangkan indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) naik 1,28 persen.

Di antara saham lainnya, Take-Two Interactive Software Inc (TTWO.O) melonjak 8,0 persen, setelah penerbit video game menaikkan perkiraan pendapatan selama setahun penuh.

Namun saham Walt Disney (DIS.N) turun 2,6 persen setelah rilis hasil kuartalan di bawah ekspektasi analis.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 7,93 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 6,91 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Tinggalkan sebuah Komentar