Cara Mengetahui Saham ARA

Saham ARA merupakan julukan bagi saham-saham yang harganya meroket pesat dalam tempo beberapa jam saja hingga mencapai batas Auto Reject Atas (ARA). Batas ARA bervariasi antara 20% untuk saham dengan harga di atas Rp5000, 25% untuk saham dengan harga antara Rp200-Rp5000, sampai 35% untuk saham dengan harga antara Rp50-Rp200.

Cara Mengetahui Saham ARA

Saham yang sudah mencapai ARA akan mengalami suspensi perdagangan, sehingga jual-beli saham baru dapat dilakukan pada hari perdagangan berikutnya. Tapi kalau kita mampu mendeteksi saham sebelum ARA dan memborongnya, maka kita kemungkinan dapat menjualnya dengan harga tinggi sebelum batas ARA tersentuh dan suspensi terpicu.

Banyak trader saham pemula mengincar saham ARA dengan harapan untuk memperoleh keuntungan melimpah dalam waktu singkat. Namun, adakah cara mengetahui saham ARA lebih awal agar dapat memetik keuntungan dari peluang tersebut?

Tak ada seorang pun yang dapat memprediksi harga saham secara akurat, baik harga saham akan menurun ataupun meningkat. Demikian pula, kita tak dapat menebak saham mana yang akan meroket sampai ARA esok hari –atau justru sebaliknya, merosot hingga mencapai batas Auto Reject Bawah (ARB).

Meski begitu, kita dapat menelisik ciri-ciri saham ARA dari contoh-contoh yang sudah terjadi. Beberapa ciri-ciri saham ARA itu antara lain:

  1. Saham memiliki kapitalisasi yang kecil, biasanya tergolong saham lapis tiga.
  2. Harga saham tergolong rendah, yaitu di bawah Rp1000 atau bahkan kurang dari Rp500.
  3. Bandar mengakumulasi saham tersebut selama beberapa waktu, kemungkinan dapat dilihat dari data transaksi 1-2 minggu terakhir.
  4. Transaksi berlangsung sangat cepat, sehingga harga-harga offer dan bid terus berganti-ganti.

Trader dapat mengakumulasi saham dengan beberapa ciri-ciri di atas untuk mengincar ARA. Namun, perlu diperhatikan pula bahwa tak ada jaminan kalau saham-saham dengan ciri-ciri tersebut pasti akan mengalami ARA. Saham-saham berkapitalisasi rendah yang dimanipulasi bandar juga tergolong berisiko sangat tinggi, karena bandar dapat melepas holding-nya kapan saja hingga trader malah mengalami saham nyangkut pada tingkat harga yang terlalu tinggi.

Jadi, apakah kamu masih berminat mengincar saham ARA? Saham ARA sebenarnya lebih cocok untuk trader dan investor yang sudah berpengalaman. Trader juga sebaiknya jangan mengalokasikan seluruh modal dalam saham berisiko tinggi seperti ini, melainkan membatasinya pada kisaran 10 atau 20 persen saja.

Tagged With :

Leave a Comment