Cara Mendapatkan Inspirasi: Belajar dari Masalah yang Dihadapi

Jika anda sedang berjuang menghadapi kesulitan saat ini, atau baru saja menyelesaikan sebuah tantangan, ketahuilah bahwa anda tidak sendiri. Covid-19 terus ‘memakan korban’ terutama dari usaha-usaha kecil. Di Amerika Serikat, dilaporkan bahwa 43% usaha kecil (hampir separuhnya) harus tutup sementara. Angka ini terus meningkat saat kondisi perekonomian masih stagnan, akibat kebijakan yang tidak jelas antara pembatasan yang sudah diperlongga dan langkah-langkah pencegahan yang harus diambil. Lalu, bagaimanakah cara mendapatkan inspirasi dari perjuangan terbesar yang pernah anda lalui?

Semakin banyaknya waktu yang dihabiskan di rumah, konflik perkawinan, hilangnya pekerjaan, dan harapan yang memudar adalah sebagian dari masalah yang dihadapi masyarakat saat menyambut Tahun 2021. Namun, suatu hal yang menjadi inspirasi bagi banyak orang adalah bahwa para pengusaha ternyata menunjukkan mindset pertumbuhan yang baik. Tidak mudah untuk mencapai mimpi di kebahagiaan di tengah kondisi seperti ini. Namun, banyak pengusaha ternyata masih mampu menciptakannya semampunya.

cara mendapatkan inspirasi

Cara Mendapatkan Inspirasi dari Perjuangan Anda

Faktanya, perjuangan bisa jadi melahirkan inspirasi baru agar bisnis anda tampak berbeda dari bisnis lain atau berusaha mewujudkan mimpi yang telah lama tertunda. Kuncinya, perjuangan menunjukkan kepada kita betapa kecilnya hal yang bisa kita lakukan. Berikut ini adalah beberapa contoh kasus pengusaha yang berhasil melalui perjuangand alam hidupnya, dan akhirnya menjadikannya sebagai inspirasi:

Mengatasi Perjuangan Pribadi

Kadang-kadang, masalah pribadi bisa terasa bertentangan dengan tujuan bisnis anda. Kita mencoba memisahkan keduanya, namun keduanya bisa berkaitan satu sama lain, sehingga sulit untuk memastikan diri anda hadir untuk keduanya pada saat yang bersamaan. Jess Crow adalah pendiri Crow Creek Designs, sebuah bengkel perkayuan milik seorang wanita. Usaha ini sukses menarik perhatian orang-orang seperti tim Gary Vaynerchuck.

Ia memandang pekerjaannya sebagai sebagai sebuah seni, suatu model terapi untuk mengatasi masalah privadi yang harus ia hadapi. Namun lebih dari itu, ia juga menemukan bahwa jujur dengan masalah sendiri adalah suatu cara baginya untuk bisa terhubung dengan audience-nya. Saya dalam suatu kesempatan, Jess Crow pernah mengatakan:

Saya sadar bahwa kejujuran saya tentang betapa takutnya saya saat membuat Instagram Story pertama justru membantu saya melakukannya dengan baik. Kata-kata seperti itu mengingatkan saya bahwa orang mengikuti saya bukan hanya karena bisnis saya dan apa yang bisa mereka pelajari dari saya. Namun, mereka bergabung ke komunitas saya karena saya jujur dengan perjuangan yang saya hadapi dan bagaimana saya berusaha untuk belajar dari masalah tersebut dan mengalahkannya.

Saya tidak menyembunyikan fakta kalau saya merasa frustrasi dengan satu bentuk karya seni dan saya harus memulai dari awal. Saya juga tidak menyembunyikan kalau saya merasa cemas di depan kamera, namun saya suka mengajar di hadapan 1.000 orang dengan sepenuh hati. Inspirasi datang dalam berbagai bentuk yang terkadang tidak kita perkirakan.”

Pada kasus Crow, jujur dengan perjuangan yang dihadapi membantunya untuk mencari inspirasi, lebih dari sekedar seni. Perlu diingat bahwa ini bukanlah bentuk keluhan, namun terbuka dengan kondisi yang dihadapi.

Mengatasi Penolakan

Arianna Huffington, toko media dan pendiri Huffington Post dan Thrive Global, pernah ditolak lebih dari 36 kali oleh sejumlah penerbit di awal-awal karirnya. Faktanya, pada Tahun 2018, ia membuat tweet #ShareYourRejection: “Buku kedua saya ditolak oleh 36 penerbit. Setelah 25 kali penolakan, saya merasa patah. Kemudian, saya pergi ke bank dan mengajukan permohonan kredit. Tidak disangka-sangka, permohonan kredit saya diterima. Dana tersebut bisa saya gunakan, dan akhirnya, saya mendapat 12 kali penolakan lagi. Seperti kata mereka, yang ke-38 adalah kemenangan.”

Seperti kebanyakan orang, Arianna pernah berniat berganti profesi, dan tidak mudah hidup dengan mengandalkan pinjaman dari bank. Namun, ia memegang teguh nasehat ibunya: “Kegagalan bukanlah pertentangan dari kesuksesan: kegagalan adalah batu loncatan menuju kesuksesan.” Jika ia menyerah pada penolakan ke-30, dunia tidak akan pernah tahu Arianna Huffington seperti halnya saat ini.

Mengatasi Hutang

Bukan sebuah rahasia kalau banyak bisnis yang harus menutup usahanya secara permanen akibat tekanan finansial. Itulah sebabnya, sangat penting untuk mempelajari cerita orang-orang hebat yang pernah bankrut namun bangkit kembali. Kebangkrutan atau terlilit hutan mungkin membuat anda merasa seperti mati. Namun, tidak sedikit orang yang sukses keluar dari hal itu.

Contoh kasusnya adalah Walt Disney. Perusahaan ini sebenarnya menghadapi masalah hutang yang berat di tahun 1920an dan 1930an, setelah mempekerjakan banyak animator dan bahkan kehilangan hak paten atas karakter Oswalrd the Lucky Rabbit. Namun, mereka bekerja keras dan akhirnya mendapat cara mendapatkan inspirasi dengan merilis karakter baru bernama Snow White, yang akhirnya membawa mereka keluar dari lilitan hutang.

Beberapa contoh kasus di atas menunjukkan bahwa tekanan berat yang dihadapi bisa memunculkan cara mendapatkan inspirasi dalam diri seseorang maupun tim kerja. Inspirasi muncul dalam berbagai bentuk yang kadang-kadang tidak bisa diperkirakan.

Tagged With :

Leave a Comment