Bekerja dari Rumah vs Bekerja di Kedai Kopi – Part 1

XM broker promo bonus

Jika anda tengah menjalani sistem bekerja dari rumah saat ini, lalu mengapa tidak mencoba melakukan hal yang sama di lingkungan publik? Maksudnya? Anda tetap bekerja dengan menjaga jarak dari orang lain, namun di lingkungan yang membuat anda merasa lebih rileks. Misalnya adalah kafe atau kedai kopi. Tahukah anda bahwa sebagian orang paling sukses dalam sejarah ternyata menghasilkan karya-karya terbaiknya di kedai kopi? Sebut saja Pablo Picasso, Simode de Beauvoir, Bob Dylan, JK Rowling, atau Jean-Paul Sartre. Mereka termasuk orang-orang sukses, baik itu penulis, pelukis, filsuf, atau penulis lagu, yang dikenal menghabiskan banyak waktu di meja cafe untuk mendapatkan ide dan inspirasi.

Tentunya, Covid-19 telah memaksa sebagian dari kita untuk menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer di rumah. Hampir satu tahun pandemi telah berlangsung, dan banyak di antara kita yang masih terus bekerja dari rumah. Jika bekerja dari jarak jauh menjadi sistem kerja permanen bagi sebagian perusahaan, seperti yang diprediksi sejumlah pakar, maka mungkin kita akan bertanya kenapa, saat segala sesuatunya kembali normal, mungkin kita harus kembali bekerja di lingkungan publik.

bekerja dari rumah

Bekerja dari Rumah vs Bekerja di Cafe?

Namun, mengenakan headphone dan berada di meja kerja seharian pastinya tidak sama dengan bekerja dikelilingi orang-orang yang berseliweran di sekitar anda. Ada begitu banyak cafe atau kedai kopi yang bagi sebagian orang bisa memacu kreativitas yang sesungguhnya tidak bisa didapatkan di kantor atau di rumah. Penelitian menunjukkan bahwa stimulus yang muncul di tempat-tempat seperti ini menjadikannya sebagai lingkungan yang efektif untuk bekerja.

Kombinasi antara suara bising, lalu-lalang orang, serta pemandangan yang berbeda-beda bisa memberikan distraksi yang tepat untuk membantu kita menjadi lebih kreatif dalam berfikir. Berikut adalah sejumlah temuan tentang mengapa bekerja di cafe atau kedai kopi lebih efektif daripada bekerja dari rumah:

Baca Juga:   10 Macam Bisnis Jasa Kreatif yang Bisa Anda Coba
Tempat Yang Enak dan Santai

Sebagian dari kita langsung memasang headphone begitu mulai bekerja di area publik. Namun selama bertahun-tahun, sejumlah ilmuwan menemukan bahwa suara bising di sekitar justru dapat mendorong kita berfikir lebih kreatif. Sebuah studi yang dilakukan pada Tahun 2012 menunjukkan bahwa suara bising tingkat rendah hingga sedang di lingkungan seperti cafe sesungguhnya dapat mendorong kemampuan berfikir kreatif.  Ketika perhatian anda sedikit teralihkan dari tugas yang sedang dikerjakan, maka kondisi itu justru mendorong kemampuan berfikir abstrak kita, dan ini akan menghasilkan ide-ide yang lebih kreatif.

Studi lain yang dilakukan Tahun 2019 menemukan hal yang sama, yakni pengosongan resonansi stochastic. Fenomena ini menunjukkan kalau sedikit suara bising justru menguntungkan. Meskipun batasannya berbeda pada setiap orang, stimulus audio di sekitar kita juga membantu mendorong kemampuan dalam mengambil keputusan.  Sebagian ilmuwan bahkan menyebutnya sebagai ‘dampak kedai kopi.’ Jadi, alunan musik jazz, percakapan ringan, atau aktivitas barista saat membuat kopi bukanlah sebuah gangguan. Bahkan, suara-suara yang dihasilkan dapat membantu memunculkan ide-ide brilian kita.

Fakta lainnya adalah bahwa saat berada di kedai kopi, kita dikelilingi oleh orang-orang yang melakukan hal yang sama. Mereka menjadi motivator. Sebuah studi di Tahun 2016 menyimpulkan hal ini saat para penelitia bertanya kepada partisipan yang duduk berdekatan satu sama lain di depan komputer untuk mengerjakan tugas di komputer yang sama. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ketika anda mengerjakan sebuah tugas berdekatan dengan seseorang yang berusaha keras untuk menyelesaikan tugasnya, maka anda juga akan termotivasi untuk berbuat hal yang sama.

Analoginya sama dengan ketika anda pergi ke gym untuk olah raga. Salah satu hal terbesar di kedai kopi adalah efek fasilitasi sosial: anda datang, melihat orang lain bekerja, dan akan memunculkan mood anda untuk bekerja dengan baik secara alamiah. Cukup dengan melihat mereka, anda akan termotivasi untuk bekerja lebih giat.

Baca Juga:   Bekerja dari Rumah Mengikis Rasa Percaya? – Part 1
Variasi Visual

Satu hal lagi yang membuat orang merasa enggan bekerja dari rumah adalah lingkungan visual. Saat berada di rumah, kita cenderung duduk di kursi yang sama dan melihat pemandangan yang sama hingga berjam-jam. Tidak ada variasi pemandangan yang anda nikmati setiap harinya. Stimulasi visual berpengaruh terhadap proses berfikir kreatif seseorang. Hal ini dikenal dengan corvergent creative thinking.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa variasi visual dapat membantu dalam memecahkan masalah melalui solusi yang optimal, namun anda harus bisa berfikir out of the box. Peneliti mencoba mengatasi rasa bosan dengan memasang lampu neon ke dinding rumah di mana ia biasa bekerja. Namun, tidak lama kemudian ia mulai merasa terbiasa dan bosan. Namun, beda kasusnya dengan kedai kopi. Cafe atau kedai kopi umumnya membawa stimulus visual.

Suasana yang berbeda, pemandangan yang berbeda, dan suara-suara di sekitar kita ternyata menjadikan kedai kopi sebagai tempat yang lebih nyaman dibanding bekerja dari rumah. Dapatkan pembahasannya secara lebih lanjut pada post berikutnya.

Tagged With :

Leave a Comment