Investor mana yang tidak mengenal nama Warren Buffett? Tokoh legendaris berjuluk “Oracle dari Omaha” ini merupakan salah satu investor saham paling sukses di seluruh dunia. Perusahaan yang dipimpinnya, Berkshire Hathaway, berfokus pada investasi saham-saham unggulan untuk meningkatkan imbal hasil bagi para kliennya.
Prestasinya tentu menimbulkan pertanyaan di benak banyak pemula: bagaimana cara Warren Buffett memilih saham unggulan?

Pendekatan investasi secara utuh tidak banyak diketahui. Tapi Warren Buffett sudah memberikan cukup banyak petunjuk kepada publik yang dapat disarikan menjadi beberapa poin berikut ini:
- Kinerja Perusahaan
Warren Buffett selalu menengok data Return on Equity (RoE) untuk mengetahui apakah perusahaan berkinerja bagus secara konsisten dibanding perusahaan lain dalam industri yang sama. Menengok RoE dalam satu tahun tertentu saja tidak cukup. Investor semestinya memeriksa RoE antara 5-10 tahun ke belakang untuk menganalisis kinerja historis.
- Utang Perusahaan
Buffet mengamati rasio Debt-to-Equity (DER) perusahaan-perusahaan publik secara hati-hati. Ia menyukai utang perusahaan yang lebih kecil, daripada perusahaan yang menghasilkan pertumbuhan pendapatan dengan mengandalkan pendanaan utang. Utang besar dapat berdampak pada laba yang fluktuatif dan bunga yang membengkak. Untuk pengamatan yang lebih jeli, investor dapat memeriksa utang jangka panjang saja alih-alih total liabilitas perusahaan.
- Margin Laba (Profit Margin)
Profitabilitas perusahaan tergantung pada margin laba yang bagus dan meningkat secara konsisten. Margin ini dihitung dari pendapatan bersih dibagi penjualan bersih. Margin laba yang tinggi selama setidaknya lima tahun terakhir, menandakan manajemen perusahaan yang efisien dan dapat menjalankan bisnisnya dengan baik.
- Lama Perusahaan Berdiri
Walaupun banyak sekali perusahaan start-up yang bermunculan belakangan ini, Warren Buffett tidak tertarik untuk ikut berkecimpung di dalamnya. Ia biasanya hanya mempertimbangkan perusahaan-perusahaan yang berumur setidaknya 10 tahun. Metodologi investasi andalannya, value investing, berfokus pada perusahaan-perusahaan yang mapan tapi harga sahamnya sedang murah (undervalue).
- Daya Saing Kompetitif
Warren Buffet cenderung menghindari perusahaan-perusahaan yang memiliki produk bersifat generik seperti minyak dan gas. Ia lebih menyukai perusahaan-perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif dalam bentuk produk unik dan mudah dibedakan dari para pesaingnya dalam industri yang sama.
Selain kelima faktor tersebut, Warren Buffett sebenarnya lebih memprioritaskan pertimbangan apakah suatu saham itu “murah” atau tidak. Secara teoretis, ini berarti memeriksa nilai instrinsik suatu saham dengan membandingkan harga pasar saat ini versus beberapa fundamental bisnis seperti pendapatan dan aset. Ada banyak metodologi untuk memeriksa nilai intrinsik saham. Namun, rumus presisi yang digunakan oleh Buffett sendiri hingga kini masih menjadi misteri.
Tagged With : investor saham • minyak • saham