Pasar saham AS ditutup di zona merah akibat tekanan besar pada sektor teknologi, terutama yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI). Berikut adalah rincian penutupan tiga indeks utama:
-
Nasdaq Composite (.IXIC): Menjadi indeks dengan performa terburuk, anjlok sebesar 418,14 poin atau 1,81% ke level 22.693,32. Hal ini mencerminkan ketergantungan indeks ini pada saham-saham teknologi tinggi.
-
S&P 500 (.SPX): Melemah 78,83 poin atau 1,16% ke posisi 6.721,43. Penurunan ini didorong oleh aksi jual massal pada sektor semikonduktor dan perangkat lunak.
-
Dow Jones Industrial Average (.DJI): Mengalami penurunan yang lebih moderat dibandingkan Nasdaq, yakni turun 228,29 poin atau 0,47% ke level 47.885,97, terbantu oleh penguatan di sektor energi.
Sentimen Negatif Sektor Teknologi dan AI
Pelemahan ini dipicu oleh keraguan investor terhadap valuasi dan keberlanjutan pertumbuhan investasi di bidang AI yang selama ini menjadi penggerak pasar utama:
-
Oracle (ORCL.N): Saham ini merosot tajam 5,4% setelah muncul laporan bahwa mitra pusat data utamanya, Blue Owl Capital, menarik dukungan untuk kesepakatan fasilitas baru senilai USD 10 miliar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kendala infrastruktur dalam pengembangan AI.
-
Nvidia (NVDA.O) & Broadcom (AVGO.O): Dua raksasa chip ini masing-masing jatuh 3,8% dan 4,5%. Pelemahan ini menyeret Indeks Semikonduktor Philadelphia (.SOX) turun hingga 3,9%, menandakan adanya koreksi besar pada sektor perangkat keras AI.
-
Alphabet (GOOGL.O): Turun 3,2% akibat laporan inisiatif baru Google yang bekerja sama dengan Meta untuk menantang dominasi perangkat lunak Nvidia. Hal ini memicu kekhawatiran akan persaingan yang semakin ketat dan perang harga.
-
Amazon (AMZN.O): Melemah 0,6% di tengah kabar diskusi investasi tambahan senilai USD 10 miliar ke OpenAI, yang dianggap pasar sebagai beban modal besar di tengah ketidakpastian profitabilitas jangka panjang.
Dinamika Industri Hiburan dan Media
Terjadi pergerakan signifikan terkait aksi korporasi besar di sektor media yang mempengaruhi harga saham:
-
Rebutan Akuisisi Warner Bros Discovery (WBD.O): Dewan direksi WBD secara mengejutkan menolak tawaran akuisisi raksasa senilai USD 108,4 miliar dari Paramount Skydance.
-
Kemenangan Netflix (NFLX.O): WBD lebih memilih tawaran mengikat dari Netflix, yang membuat saham Netflix naik tipis 0,2%.
-
Dampak Negatif: Akibat kegagalan kesepakatan tersebut, saham Paramount jatuh 5,4% dan saham Warner Bros sendiri ikut terkoreksi 2,4%.
Sektor Energi Sebagai Penahan Kejatuhan
Di tengah “badai” saham teknologi, sektor energi justru menjadi penyelamat pasar berkat faktor geopolitik:
-
Kebijakan Blokade Donald Trump: Presiden AS memerintahkan blokade terhadap tanker minyak yang terkena sanksi dari dan menuju Venezuela. Hal ini memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.
-
Lonjakan Saham Migas: Saham-saham energi seperti ConocoPhillips (COP.N) dan Occidental Petroleum (OXY.N) melonjak lebih dari 4%, memberikan bantalan bagi indeks S&P 500 dan Dow Jones.
Statistik dan Volume Perdagangan
-
Kedalaman Pasar: Di NYSE, rasio saham yang turun berbanding naik adalah 1,5 banding 1. Di Nasdaq, kondisinya lebih buruk dengan rasio 2,11 banding 1 (3.162 saham turun dan 1.496 saham naik).
-
Volume Transaksi: Perdagangan sangat aktif dengan volume mencapai 17,92 miliar saham, jauh melampaui rata-rata harian 20 sesi terakhir yang sebesar 16,97 miliar saham. Ini mengindikasikan tingginya intensitas aksi jual oleh para pelaku pasar.