3 Aset Non-Valas yang Perlu Diamati oleh Trader Forex

Salah satu kesalahan yang seringkali luput diperhatikan oleh trader forex pemula adalah terlalu berfokus pada nilai tukar mata uang saja, hingga mengabaikan perubahan harga aset keuangan lainnya seperti komoditas, saham, dan obligasi. Padahal, pemahaman terkait aliran modal yang keluar-masuk aset-aset keuangan ini dapat mematangkan analisis fundamental trader (jika Anda mengandalkan analisis fundamental).

Secara umum, ada tiga aset selain valas yang perkembangan harganya perlu diamati oleh trader forex, yaitu minyak mentah, bursa saham, dan obligasi pemerintah AS. Berikut ini uraian selengkapnya.

Data Ekonomi Yang Berpengaruh Pada Pasar Saham

 

1. Minyak Mentah

Minyak mentah merupakan sumber daya energi utama dunia, sekaligus komoditas ekspor utama sejumlah negara asal mata uang mayor. Perubahan harga minyak mentah diketahui berhubungan erat dengan fluktuasi nilai tukar Dolar Kanada dan Dolar Australia, di samping sejumlah mata uang minor lainnya.

Sebagai contohnya, kemerosotan harga minyak mentah dunia dalam tiga hari terakhir ini diikuti oleh pelemahan Dolar Kanada. Oleh karena itu, apabila Anda ingin memperdagangkan kedua mata uang itu, maka wajib hukumnya untuk memantau pergerakan harga minyak.

 

2. Bursa Saham

Setiap negara memiliki indeks sahamnya sendiri, jadi kita perlu mengamati yang mana? Jawaban singkatnya adalah Indeks Dow Jones. Indeks saham itu diakui sebagai kiblat investor dunia, sehingga setiap trader forex perlu berhati-hati jika Dow Jones menunjukkan pergerakan signifikan dan tajam.

Pada umumnya, kenaikan indeks saham Dow Jones mensinyalkan pelemahan Dolar AS; karena status Dolar AS sebagai Safe Haven, sedangkan saham termasuk aset berisiko tinggi. Di sisi lain, kenaikan indeks saham Dow Jones akan mendorong penguatan Dolar Australia serta comdoll lainnya sebagai sesama aset berisiko tinggi.

Baca Juga:   Mengenal 9 Sektor Saham Di Bursa Efek Indonesia

 

3. Obligasi Pemerintah AS (US 10-Year Treasury)

Dalam mengamati obligasi AS, trader hanya perlu memerhatikan yield-nya saja. Grafik yield ini dapat diperoleh dengan mudah pada situs berita terkemuka seperti Bloomberg dan CNBC. Apabila yield obligasi ini menguat, biasanya USD ikut meroket. Sebaliknya, ketika yield obligasi melemah, maka USD cenderung bearish pula.

Kecenderungan-kecenderungan korelasi intermarket ini telah dibuktikan oleh berbagai trader selama bertahun-tahun. Meskipun hubungan antara satu aset dengan aset lainnya tak bersifat mutlak, tetapi tren jangka menengah dan panjang biasanya searah.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar