Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat signifikan pada perdagangan Jumat, 6 Juni. Penguatan ini didorong oleh dua faktor utama: laporan ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan dan harapan positif mengenai perkembangan kesepakatan dagang AS-China.
Performa Indeks Utama
Semua indeks utama AS mencatat kenaikan solid:
- Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 442,88 poin (1,05%) menjadi 42.762,62.
- S&P 500 (SPX) menguat 61,02 poin (1,03%) ke 6.000,32.
- Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 231,50 poin (1,20%) ke 19.529,95.
Menariknya, indeks S&P 500 ditutup di atas level 6.000 untuk pertama kalinya sejak 21 Februari, menandakan sentimen positif yang kuat di pasar. Penguatan ini banyak ditopang oleh saham-saham teknologi.
Kinerja Sepanjang Pekan dan Bulan Mei
Secara keseluruhan sepanjang pekan, indeks-indeks utama juga menunjukkan performa positif:
- S&P 500 naik 1,5%.
- Dow menguat 1,17%.
- Nasdaq melesat 2,18%.
Penguatan ini melanjutkan tren positif sepanjang Mei, di mana pasar saham AS menguat tajam, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencetak kenaikan persentase bulanan terbesar sejak November 2023. Kinerja ini didorong oleh pelunakan sikap dagang Presiden Trump dan laporan keuangan perusahaan yang menggembirakan.
Data Ketenagakerjaan Meredakan Kekhawatiran Ekonomi
Laporan ketenagakerjaan AS, khususnya nonfarm payrolls, menjadi salah satu pemicu utama kenaikan ini. Data menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja nonpertanian bertambah 139.000 pada bulan Mei, sedikit di atas proyeksi survei Reuters sebesar 130.000. Meskipun data nonfarm payrolls bulan April direvisi turun menjadi 147.000, angka Mei yang lebih baik dari perkiraan meredakan kekhawatiran pasar yang sempat muncul di awal pekan. Sebelumnya, data yang lebih lemah dari perkiraan untuk sektor ketenagakerjaan swasta dan jasa sempat memicu kekhawatiran bahwa ketidakpastian dagang dapat memperlambat laju ekonomi. Tingkat pengangguran tercatat stabil di 4,2 persen, sesuai ekspektasi.
Perkembangan Pembicaraan Dagang AS-China
Faktor penting lainnya adalah kabar bahwa Presiden AS Donald Trump menyatakan tiga pejabat kabinetnya akan bertemu perwakilan China di London pada 9 Juni untuk membahas kesepakatan dagang. Investor menyambut positif kabar ini, meskipun ada catatan bahwa beberapa isu utama masih belum terselesaikan dan akan dilanjutkan dalam pembicaraan ke depan. Seperti yang diungkapkan Jamie Cox, Managing Partner di Harris Financial Group, “Pasar akan selalu mengejar ‘umpan’ kesepakatan dagang kapan pun itu tersedia. Tantangannya adalah apakah kesepakatan itu benar-benar akan tercapai.”
Performa Saham Unggulan
Beberapa saham menunjukkan pergerakan signifikan:
- Saham Tesla berhasil bangkit, naik 3,8% setelah anjlok sekitar 15% pada sesi sebelumnya. Penurunan drastis pada Kamis (5/6) dipicu oleh perseteruan terbuka antara Trump dan Elon Musk, termasuk ancaman Trump untuk menghentikan kontrak pemerintah dengan perusahaan-perusahaan Musk.
- Saham perusahaan raksasa teknologi lainnya juga menguat, seperti Amazon yang naik 2,7% dan Alphabet (induk Google) yang melonjak 3,25%.
- Wells Fargo menguat 1,9% setelah S&P Global menaikkan prospek bank tersebut dari “stabil” menjadi “positif” dan dibebaskan dari pembatasan aset.
Namun, ada juga saham yang mengalami tekanan:
- Saham Broadcom anjlok 5% karena proyeksi pendapatan kuartalannya dinilai mengecewakan investor.
- Saham Lululemon bahkan merosot 19,8% setelah perusahaan pakaian olahraga tersebut memangkas target laba tahunan, dengan alasan kenaikan biaya akibat tarif yang dikenakan Trump.
Volume transaksi di bursa AS tercatat relatif ringan, yakni sebanyak 14,5 miliar saham, lebih rendah dibanding rata-rata 17,8 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.
Secara keseluruhan, penguatan Wall Street pada Jumat, 6 Juni, mencerminkan optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi AS yang didukung data ketenagakerjaan yang solid, serta harapan akan kemajuan dalam penyelesaian isu kesepakatan dagang antara AS dan China. Meskipun ada optimisme, tantangan utama tetap pada realisasi kesepakatan dagang tersebut.