Apakah Proyeksi Harga Emas Naik Lagi Dalam Tahun 2020?

Harga emas telah menembus ambang 1 juta rupiah per gram dalam pekan ini. Capaian fantastis tersebut tak lepas dari kekhawatiran masyarakat terhadap dampak pandemi COVID-19. Sejak awal tahun, harga emas dunia terus meningkat hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di atas USD1900 per ounce. Pertanyaanya, bagaimana proyeksi harga emas selanjutnya? Apakah emas masih bisa naik lagi sepanjang sisa tahun 2020 ini?

Perbandingan Investasi Emas dan Reksadana

Para analis Wall Street memiliki pendapat berbeda-beda. JP Morgan Chase menilai reli sudah mencapai 27 persen dalam tahun 2020 dan bisa kehilangan energi pada akhir tahun ini. Sedangkan Goldman Sachs, Citigroup, dan Bank of America berpendapat harga emas masih bisa meroket lagi sampai USD3000 per ounce.

“Harga (emas) sepertinya cenderung bertahan lebih tinggi untuk kurun waktu lebih lama, dengan kurun waktu 2019-2020 mengemuka menjadi rezim bullish unik bagi logam kuning ini,” ungkap analis dari Citigroup baru-baru ini. Mereka menambahkan pula bahwa skenario bullish harga emas bahkan bisa mencapai USD2300 dalam jangka waktu 6-12 bulan ke depan.

Analis dari UBS bersikap lebih netral. Menurut mereka, harga emas di sekitar USD2000 bisa jadi merupakan “new normal”. Harga emas juga masih bisa naik lagi sampai USD2300 jika pelaku pasar kembali larut dalam aksi menghindari risiko, karena emas tetap menjadi aset safe haven unggulan. Namun, reli emas bisa memudar pada pertengahan tahun depan karena para investor akan mulai beralih ke aset investasi lain (yang menawarkan peluang profit lebih tinggi) seiring pemulihan ekonomi global.

Jadi, proyeksi emas mana yang paling akurat? Kita boleh jadi tidak akan bisa memastikannya dalam waktu dekat. Harga komoditas logam mulia masa kini sangat dipengaruhi oleh spekulasi dan sentimen pasar yang sukar diprediksi. Namun, ada satu hal yang penting untuk diingat.

Baca Juga:   Ini Dia Trader Komoditas dan Migas Terbesar di Dunia

Kenaikan harga emas berhubungan erat dengan kepanikan akibat pandemi COVID-19, kebijakan bank-bank sentral dunia dalam menanggapi pandemi, serta krisis geopolitik internasional. Apabila semua sumber ketidakpastian itu terselesaikan, minat beli emas akan menurun secara perlahan. Apa yang akan terjadi pada harga emas saat itu? Pada akhirnya, harga emas selalu ditentukan oleh penawaran dan permintaan di pasar. Kenaikan permintaan akan mendorong kenaikan harga, sedangkan aksi jual dan penurunan permintaan bakal mengakibatkan penurunan harga.

Tagged With :

Leave a Comment