Kinerja beragam aset investasi belakangan ini semakin mengecewakan. Dalam kondisi ekonomi yang memburuk, banyak orang mencari aset khusus yang diharapkan dapat melindungi nilai kekayaannya (safe haven). Mereka biasanya memilih emas, saham defensif, atau obligasi.
Kehadiran Cryptocurrency seperti Bitcoin awalnya digadang-gadang sebagai “pengganti emas”. Tapi, apakah kripto aman pada masa resesi seperti halnya emas?

Nilai sejumlah kripto terpopuler seperti Bitcoin dan Ethereum telah anjlok sekitar 70 persen dari rekor tertinggi historis masing-masing. Kemerosotan yang berlangsung dalam satu tahun terakhir itu mengisyaratkan bahwa para pelaku pasar sepakat untuk menganggap kripto tidak aman pada masa resesi.
Pendapat dari beberapa pakar mengungkap lebih lanjut alasan-alasan mengapa kripto tidak aman pada masa resesi. Antara lain volatilitas harga kripto yang tinggi serta nihilnya nilai intrinsik kripto.
Scott Sheridan, CEO perusahaan broker online terkemuka tastyworks, mengatakan, “Saya tidak yakin kripto dapat dianggap sebagai safe haven dikarenakan volatilitasnya.”
Sheridan bahkan berpendapat harga kripto tidak akan pulih sebelum volatilitas pasar kembali ke tingkat yang wajar. Sebelum itu, pergolakan harga akan cenderung pada spekulasi seputar apakah kripto aman dari resesi.
Para investor legendaris seperti Warren Buffett dan Charlie Munger juga telah mengkritisi investasi kripto atas alasan bahwa kripto tidak memiliki nilai intrinsik dan tidak menghasilkan apa-apa dengan sendirinya. Keuntungan dalam investasi kripto sepenuhnya tergantung pada kesediaan orang lain untuk membelinya pada tingkat harga lebih tinggi.
“Kripto adalah investasi pada kekosongan,” kata Munger dalam sebuah wawancara dengan Australian Financial Review pada Juli 2022, “Saya tak ingin membeli sekeping kekosongan, bahkan meskipun seseorang mengatakan mereka tidak bisa menghasilkan lebih banyak kekosongan.”
Pakar industri kripto sendiri mengakui kelemahan yang satu ini. Seperti dikatakan oleh Noelle Acheson, kepala Market Insights di Genesis Global Trading, “Tidak ada cara pasti untuk menilai harga Bitcoin. (Harga Bitcoin) ini didorong oleh narasi, (sedangkan) narasi dapat berubah dalam sekejap.”
Acheson menegaskan bahwa harga Bitcoin tidak berhubungan dengan fundamental ekonomi, melainkan berkaitan dengan sentimen risiko global. Kinerjanya dapat memburuk seiring dengan makin suramnya sentimen risiko, kendati prospek jangka panjang Bitcoin masih bullish sebagai suatu bentuk investasi dalam teknologi baru.
Tagged With : bitcoin • Cryptocurrency