Apakah Harus Paham Ekonomi Agar Investasi Saham Sukses?

Ada suatu anggapan di kalangan investor pemula bahwa orang yang memahami ilmu ekonomi, khususnya bergelar SE, pasti lebih mudah untuk sukses dalam berinvestasi saham. Padahal, itu termasuk suatu anggapan menyesatkan. Faktanya, meski semua mahasiswa jurusan ekonomi telah diajari mengenal saham, tetapi tak semuanya bisa mempraktekkannya dengan baik. Sebaliknya, ada orang-orang awam terhadap dunia ekonomi yang justru lebih lihai mencari peluang menguntungkan di bursa.

Cara Main Saham yang Aman bagi Pemula

Kesuksesan seseorang dalam dunia investasi juga tak berhubungan dengan tinggi atau rendah tingkat pendidikannya. Cobalah tengok ilmuwan terkemuka seperti Sir Isaac Newton yang konon merugi puluhan ribu Pounds di tahun 1720-an, karena gagal investasi saham South Sea Company. Sebaliknya, ada sosok seperti Curt Degerman yang asalnya hanya pemulung, tapi bisa meraup keuntungan jutaan Dolar AS pada tahun 2010-an.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena kunci kesuksesan dalam investasi saham bukanlah gelar sarjana maupun tingkat pendidikan yang tinggi. Analisis teknikal dan fundamental memang penting, karena investor perlu juga mengamati perkembangan pasar dan berita-berita ekonomi terkini. Namun, bukan itu kuncinya. Sebaliknya, pengendalian diri dan kemauan untuk menekuni bidang ini dengan pantang menyerah, merupakan kualitas yang perlu dimiliki oleh setiap investor sukses.

Buku “The Intelligent Investor” memaparkan bahwa meski dikenal sebagai ilmuwan terkemuka, Isaac Newton bukanlah investor yang cerdas karena mudah terhasut oleh irasionalitas pasar. Sepanjang sisa hidupnya, ia juga menolak untuk membahas kembali kegagalan investasinya di South Sea Company yang berujung dengan kerugian besar.

Seorang investor semestinya mampu berkepala dingin dalam menghadapi segala situasi. Meski seandainya pasar terhanyut dalam euforia, ia harus tetap dapat mengevaluasi kelayakan investasi berdasarkan aturan-aturan yang telah ditentukan lebih awal. Bahkan, kunci sukses utama bagi para investor Wall Street adalah take profit dan cut loss pada momen yang tepat.

Jika tak mampu mengendalikan diri untuk mengambil keputusan dengan kepala dingin, maka setidaknya seorang investor saham harus mau belajar dari pengalaman yang lampau. Tanpa kesediaan untuk melakukan semua itu, maka ia akan sulit mencapai kesuksesan. Hal itu berlaku bagi investor yang pernah menempuh studi ekonomi ataupun tidak, dan bagaimanapun latar belakang pendidikannya.

Tagged With :

Leave a Comment