Apa Yang Harus Dilakukan Saat Investasi Saham Rugi?

Dalam bisnis apapun, kerugian merupakan sesuatu kemungkinan yang harus diperhitungkan. Lebih dari itu, sebagai investor saham, kita juga perlu memikirkan bagaimana cara menanggulangi atau mengatasi ketika investasi saham rugi. Jangan sampai kerugian itu makin besar, makin parah, hingga membuat kita bangkrut habis-habisan.

Sejatinya, upaya menanggulangi kerugian sudah dimulai sejak Anda baru masuk ke dunia investasi. Ada banyak cara yang sudah terbukti ampuh untuk meminimalkan risiko, mulai dari membatasi modal awal hingga diversifikasi saham. Namun, bagaimana bila harga saham-saham yang sudah Anda pilih dengan hati-hati malah merosot dan kerugian tetap terjadi?

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Investasi Saham Rugi

Dalam hal skenario terburuk menimpa saham-saham pilihan Anda, lakukanlah tiga langkah berikut ini:

1. Lakukan analisa ulang atas portofolio Anda.

Kondisi fundamental saham pilihan Anda boleh jadi sudah berubah sejak saat Anda membelinya hingga sekarang. Oleh karena itu, coba periksa lagi, apakah kondisi fundamental saham masih bagus, atau justru memburuk?

Apabila saham masih bagus, maka pertahankan (hold). Namun, Anda juga perlu menentukan sampai level harga berapa Anda akan tetap mempertahankan saham tersebut dalam portofolio. Ingat, apabila Anda terlalu memegang saham dengan kinerja lemah, maka sebenarnya Anda mengalami kerugian juga karena uang yang terpakir di sana semestinya bisa dibelikan saham lain yang berkinerja lebih baik.

Apabila saham ternyata sudah memburuk dan tak cocok lagi dengan ekspektasi awal Anda, maka segera Cut Loss dengan menjualnya pada level harga tertinggi saat ini. Jangan pernah ragu untuk Cut Loss, hanya karena memimpikan harga akan bangkit kembali. Bayangkan, jika Anda Cut Loss sekarang, mungkin hanya akan rugi beberapa ratus ribu; tetapi jika dibiarkan saja maka kerugian bisa jadi jutaan.

2. Menambah modal investasi.

Ketika harga saham di pasar modal merosot, maka ada dua kemungkinan: fundamental sahamnya memburuk, atau harga hanya mengalami koreksi secara teknikal. Apabila harga hanya terkoreksi saja, maka itu berarti ada peluang untuk “buy on weakness“, karena harga bakal naik lagi di masa depan.

Nah, untuk memanfaatkan peluang-peluang semacam ini, Anda dapat menambah modal. Modal tambahan bisa dimanfaatkan untuk membeli saham lain yang potensial maupun menambah koleksi saham yang sedang lemah tersebut (Averaging Down). Namun, perhatikan bahwa banyak pakar menyarankan agar investor tak melakukan Averaging Down, karena berisiko tinggi bila ternyata pembalikan harga yang diantisipasikan tak terjadi.

3. Menambah wawasan mengenai investasi saham.

Harga saham menurun bisa jadi karena kondisi fundamental emiten memburuk. Namun, jika satu portofolio Anda ternyata berisi saham jelek semua, padahal investor lain mampu cuan besar-besaran; maka kemungkinan Anda perlu berinvestasi untuk meningkatkan skill dan wawasan.

Investasi pada skill dan wawasan ini bisa melalui medium apapun, mulai dari buku, seminar, hingga training dan bergabung dengan komunitas saham. Forum-forum investor online seperti Stockbit juga bisa menjadi tempat diskusi menarik yang meningkatkan pengetahuan investor pemula.

Tagged With :

Leave a Comment