Apa Keuntungan Bank dengan Menghimpun Dana Lewat Deposito?

Pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana sih bank memperoleh keuntungan? Apalagi sudah banyak bank yang berlomba-lomba menetapkan biaya admin seminim mungkin bahkan gratis. 

Selain itu, produk atau layanan yang ditawarkan oleh bank terkadang terlihat lebih menguntungkan masyarakat daripada pihak bank itu sendiri, seperti deposito. Apa keuntungan bank dengan menghimpun dana lewat deposito? Padahal kan lewat deposito bank justru memberi keuntungan ke para deposan dengan imbal bunga yang kompetitif.

Dalam artikel ini Anda akan menemukan jawaban dari kedua pertanyaan di atas. Untuk itu, simak sampai akhir ya!

Cara bank memperoleh keuntungan

Bank adalah institusi keuangan yang salah satu perannya adalah menyimpan uang para nasabahnya. Akan tetapi, uang tersebut tentu tidak bisa digunakan sembarangan oleh pihak bank karena bukan uang mereka. Lalu, dari mana sebenarnya bank memperoleh keuntungan?

Ternyata, bank tetap bisa mendapatkan keuntungan lewat dana yang dihimpun nasabah. Mulai dari tabungan, deposito, bahkan bisa juga dari memberi pinjaman. Sebab, pada dasarnya segala macam transaksi yang nasabah lakukan di bank mulai dari membuka rekening baru, mengurus dan membuat kartu debit, hingga mengajukan pinjaman bisa menjadi sumber keuntungan bagi bank.

Bagaimana cara kerjanya? Berikut pembahasannya:

Net interest margin 

Sumber profit bank salah satunya adalah dari net interest margin atau margin bunga bersih (NIM). Untuk diketahui, NIM adalah ukuran yang dipakai untuk membedakan antara bunga pendapatan yang diperoleh bank dan jumlah bunga yang diberikan kepada pihak pemberi pinjaman.

Siapa yang dimaksud pihak pemberi pinjaman tersebut? Ya, tidak lain adalah para nasabah bank itu sendiri. Jadi cara kerjanya, uang nasabah yang ditaruh dalam jangka waktu tertentu akan dipakai oleh pihak bank untuk memberi pinjaman kepada nasabah lainnya. Nasabah yang meminjam tiap bulan akan membayar utangnya sekaligus dengan bunga yang disepakati. 

Bunga tersebutlah yang dibagi oleh pihak bank untuk ke nasabah yang meminjamkan uangnya ke bank misal dalam bentuk deposito. Lalu, sebagian lainnya menjadi pendapatan sekaligus keuntungan bagi pihak bank. 

Interchange

Adapun yang dimaksud dengan interchange adalah biaya yang dibayar oleh bank merchant (acquirer) untuk bank pemegang kartu (issuer) atas profit yang didapat bank merchant setiap mereka menerima pembayaran elektronik dari customer.

Sederhananya, interchange itu adalah seperti biaya tambahan yang harus dikeluarkan kepada pihak bank saat ada customer bertransaksi secara elektronik di sebuah toko.

Biasanya transaksi elektronik yang dimaksud adalah transaksi menggunakan mesin EDC. Bila menggunakan EDC yang berasal dari pihak bank yang sama, maka tidak ada biaya tambahan.

Namun, bila customer membayar dengan kartu yang berbeda dari mesin EDC yang tersedia di toko tersebut, maka ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan.

Biaya ini juga berlaku pada transaksi virtual seperti saat mengisi saldo e-wallet. Biasanya ada biaya tambahan yang harus customer bayar. Demikian juga dengan transaksi membayar tagihan melalui mesin ATM, aplikasi M-Banking, maupun Internet Banking. Pasti juga ada biaya tambahannya, bukan? Itulah yang dinamakan interchange, dan dari sinilah pihak bank menerima profit. 

Biaya perbankan

Setiap bulan saldo Anda di bank pasti akan berkurang sedikit. Saldo yang berkurang tadi disebut juga sebagai biaya perbankan. Biaya ini tak bisa dihindari meski kini sudah ada beberapa bank yang tidak mengenakan biaya ini ke nasabahnya. 

Biaya perbankan ini termasuk salah satu sumber pendapatan dan keuntungan bagi pihak bank. Selain memotong saldo nasabah, berikut yang termasuk biaya perbankan lainnya:

  • Biaya akun atau saldo mengendap. Biaya ini biasa dikenakan ke nasabah pada awal pembukaan rekening. Untuk nominalnya, berbeda di masing-masing bank dan jenis kartu debit yang dipilih nasabah. Semakin tinggi kelasnya, semakin besar juga saldo mengendap yang ditetapkan. 
  • Biaya kartu ATM. 
  • Biaya denda. Misal denda untuk pemegang kartu kredit yang telat bayar utang.
  • Biaya komisi. Selain sebagai tempat menyimpan uang dan meminjam uang, bank juga melayani produk investasi. Berinvestasi di bank diyakini terpercaya dan aman sebab diawasi oleh lembaga yang juga kredibel di bidang keuangan. Nah, setiap berinvestasi tentu ada biaya yang harus dibayar kepada pihak penyedia produk investasi itu bukan. Biaya itu disebut komisi. 
  • Biaya pengajuan. Saat nasabah mengajukan pinjaman, pasti ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Biaya itu disebut biaya pengajuan. Besaran biaya pengajuan ini ditentukan pihak bank dan biasanya dimasukkan ke dalam utang pokok yang akan dibayar nasabah setiap bulannya. 
  • Biaya transfer.
  • Biaya penggantian kartu dan buku rekening. 

Cara bank memperoleh keuntungan dengan menghimpun dana deposito

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, salah satu sumber keuntungan bank adalah berasal dari net interest margin atau margin bunga bersih. Untuk deposito sendiri termasuk dalam sumber keuntungan net interest margin tersebut.

Deposito adalah salah satu produk bank yang serupa dengan tabungan. Akan tetapi, deposito lebih kepada produk investasi. Ada manfaat lebih yang ditawarkan pihak bank kepada nasabah yang menyimpan uangnya sebagai deposito. Manfaat itu berupa bunga. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi nasabah untuk mendapatkan keuntungan tersebut.

Di antaranya, nasabah harus berkenan uangnya dikunci oleh bank selama jangka waktu tertentu yang disepakati bersama. Selain itu, ada minimal nominal yang boleh didepositkan. Bila, nasabah terpaksa mengambil dana lebih cepat dari waktu yang disepakati ada denda yang harus dibayar ke pihak bank.

Nah, selama proses penguncian dana itu, bank bisa mengambil keuntungan yaitu dengan memutarnya lagi sebagai dana pinjaman ke nasabah lainnya.

Bunga yang didapat dari penerima pinjaman itulah yang kemudian dibagi menjadi keuntungan bagi deposan dan keuntungan pihak bank. Tak hanya itu, denda yang diterima bank dari deposan yang tak memenuhi syarat tenggat waktu yang ditetapkan juga merupakan sumber profit buat pihak bank.

Nah, sudah paham kan apa keuntungan bank dengan menghimpun dana lewat deposito? Bila Anda merasa artikel ini bermanfaat, segera sebarkan ke orang-orang yang kiranya membutuhkan pengetahuan tersebut. Happy sharing!

Tagged With :

Leave a Comment