Apa itu Halving Bitcoin? Ini Dia Pengertian dan Dampaknya

Istilah Halving Bitcoin semakin ramai didiskusikan di jagat maya belakangan ini. Sejumlah pakar mengklaim bahwa halving akan mendorong kenaikan harga Bitcoin, sehingga saat ini merupakan momen yang tepat untuk serok bawah. Namun, apa itu Halving Bitcoin? Berikut ini pengertian dan dampak yang perlu diperhatikan oleh calon investor.

Apa itu Halving Bitcoin Ini Dia Pengertian dan Dampaknya

Sebagaimana diketahui publik, Bitcoin tercipta dalam proses “mining” di mana banyak orang di seluruh dunia menggunakan perangkat keras mereka untuk memvalidasi transaksi dalam jaringan blockchain Bitcoin. Para “miner” kemudian akan memperoleh reward atau hadiah berupa Bitcoin dalam jumlah tertentu.

Halving Bitcoin adalah peristiwa di mana reward untuk mining satu blok Bitcoin akan dibagi dua. Sistem ini berlangsung setiap empat tahun sekali hingga sekitar tahun 2140 ketika batas maksimum 21 juta koin tercapai.

Halving Bitcoin merupakan salah satu peristiwa paling penting bagi para penggemar kripto. Peristiwa ini menandakan penurunan jumlah produksi Bitcoin baru, sekaligus makin mendekatnya batas maksimum sirkulasi Bitcoin.

Reward untuk setiap block Bitcoin pada tahun 2009 (sebelum halving pertama) adalah sebesar 50 BTC. Setelah halving pertama, reward berkurang menjadi 25 BTC. Reward menyusut lagi menjadi 12.5 BTC per blok seusai halving kedua, kemudian jatuh ke 6.25 BTC seusai halving ketiga.

Bayangkan Bitcoin seperti suatu barang yang jumlah produksi maksimalnya sudah ditentukan. Seiring berjalannya waktu, jumlah barang yang tersisa di pabrik makin berkurang. Sewajarnya, harga kemudian melonjak.

Data historis menunjukkan Halving Bitcoin selalu mengakibatkan kenaikan harga Bitcoin. Pada saat halving ketiga pada 11 Mei 2020, harga Bitcoin berada pada $8,821. Satu tahun kemudian, harga Bitcoin telah melejit lebih dari 600 persen sampai sekitar $63,000-an.

Dengan demikian, ekspektasi dampak Halving Bitcoin dapat digambarkan secara sederhana sebagai berikut: Reward dikurangi –> inflasi terpangkas –> persediaan koin berkurang –> permintaan pasar meningkat –> harga Bitcoin meningkat –> nilai reward Bitcoin menjadi tetap, walaupun nominalnya berkurang.

Halving Bitcoin berikutnya kemungkinan akan berlangsung pada Mei 2024. Tapi sebelum mencapai momen tersebut, banyak spekulan sudah mulai terjun ke lapangan. Mengapa demikian?

Data historis bukan hanya menunjukkan kecenderungan kenaikan harga Bitcoin seusai halving, melainkan juga mengungkap bahwa harga Bitcoin biasanya menyentuh “bottom” sekitar setahun sebelum hari Halving. Ini berarti peluang beli Bitcoin terbaik kemungkinan bertepatan dengan paruh pertama tahun 2023.

Jadi, apakah ini saatnya untuk berinvestasi besar-besaran pada Bitcoin? Tunggu dulu. Bitcoin memang termasuk aset kripto yang paling potensial, tetapi esensi aset kripto itu sendiri tetaplah berisiko tinggi. Oleh karena itu, praktikkan manajemen risiko yang baik dengan menginvestasikan dana terbatas saja dalam bidang ini.

Situasi mendatang belum tentu sama dengan data-data historis yang sudah lampau. Kita dapat memanfaatkan wawasan ini sebagai referensi dalam mengambil keputusan, tetapi perhatikan pula beragam faktor lain yang dapat memengaruhi harga Bitcoin. Secara khusus, resesi global dan tingkat suku bunga yang tinggi berpotensi meredam minat investor untuk membeli Bitcoin.

Tagged With :

Leave a Comment