Apa itu Bank Jangkar yang Menggemparkan Para Investor Saham?

Selama sekitar sepekan terakhir, saham-saham perbankan top Indonesia kompak ambruk berjamaah. Aksi jual asing menjadi pemicu utama, di samping beberapa faktor lain. Isu bank jangkar termasuk salah satu faktor tersebut. Tapi, apa itu bank jangkar?

Bank jangkar merupakan mekanisme penyangga likuiditas baru yang dilontarkan oleh pemerintah dalam menangani potensi krisis lebih parah di tengah krisis saat ini. Dalam mekanisme ini, beberapa bank yang memiliki fondasi bagus akan ditunjuk untuk menerima penempatan dana dari Kementerian Keuangan, yang mana dana tersebut nantinya harus dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas bank-bank lain.

Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, bank pelaksana dapat memperoleh bantuan likuiditas dengan menggadaikan kreditnya kepada bank jangkar. Hal itu dilakukan oleh bank pelaksana jika mereka telah terhimpit dari sisi likuiditas dan sudah tidak dapat lagi melakukan gadai atau repurchase agreement SBN kepada Bank Indonesia. Di sisi lain, bank jangkar tetap akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bank Pertahankan Suku Bunga Deposito Tinggi Tahun 2019 Ini

Mekanisme bank jangkar sudah selaras dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 23 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo baru-baru ini. Tapi, mengapa para investor saham membahas bank jangkar seolah-olah mekanisme ini merupakan faktor yang negatif? Ada tiga masalah krusial dalam konsep bank jangkar.

Pertama, konsep bank jangkar mengalihkan tanggung jawab likuiditas perbankan kepada bank-bank umum yang ditunjuk. Meskipun bank-bank itu mendapatkan penempatan dana dari Kementrian Keuangan secara khusus untuk memenuhi tugasnya, tetapi pelaksanaan pasti akan berimbas pula pada likuiditas, kinerja, dan laporan keuangan bank ke depan. Seberapa besar imbas tersebut? Saat ini, kita belum dapat mengukurnya karena rincian mekanisme masih digodok oleh OJK.

Baca Juga:   Investasi Online yang Menguntungkan dengan Peer-to-Peer Lending

Kedua, bank-bank top Indonesia yang berpotensi ditunjuk menjadi bank jangkar seperti Bank Mandiri (BMRI) dan Bank BRI (BBRI) sudah menanggung ancaman besar di tengah krisis sekarang. Ancaman itu bersumber dari restrukturisasi utang UKM dan kemungkinan bakal melejitnya kredit macet. Pertanyaannya, mampukah bank-bank tersebut menanggung beban tambahan dari tugas dan wewenang sebagai bank jangkar?

Ketiga, penyaluran dana talangan perbankan di Indonesia dikenal kontroversial. Contohnya BLBI. Salah-salah, bank jangkar kelak akan terbelit masalah hukum akibat penempatan dana Kemenkeu atau penyaluran likuiditas yang dianggap salah sasaran atau berbau kolusi.

Ketiga masalah tersebut membuat banyak investor merasa segan mengoleksi saham perbankan. Sementara itu, pasar akan terus memantau perkembangan isu bank jangkar guna mengetahui bank-bank mana saja yang akan ditunjuk serta rincian mekanisme utuh yang disusun oleh pihak berwenang. Ada kemungkinan saham-saham perbankan akan bangkit kembali jika proyeksi risiko sebelumnya dianggap berlebihan. Namun, besar kemungkinan isu bank jangkar ini akan terus membebani saham-saham perbankan hingga suatu saat kelak terbukti mereka mampu melewati masa krisis ini dengan baik.

Tagged With :

Leave a Comment