3 Faktor yang Paling Mempengaruhi Harga Minyak

Harga minyak termasuk salah satu isu kritis yang diamati oleh berbagai pihak, baik pemerintah, pebisnis, maupun masyarakat umum. Namun, faktor apa saja yang dapat mengakibatkan harga minyak naik atau turun? Banyak penjelasan panjang lebar mengenai ini, tetapi pada dasarnya, hanya ada tiga poin yang paling mempengaruhi harga minyak. Ketiga poin ini adalah Supply, Demand, dan Perdagangan Pasar Berjangka.

1. Supply (Pasokan)

Pasokan minyak mentah didominasi oleh negara-negara anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). Negara-negara itu adalah Aljazair, Angola, Kongo, Ekuador, Guinea Ekuator, Gabon, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria. Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Venezuela.

Secara individual, negara-negara itu tak berdampak besar bagi perekonomian global. Namun, sebagai kesatuan OPEC, mereka mengendalikan nyaris setengah pasokan minyak global. Akibatnya, keputusan-keputusan mereka dapat mendorong harga minyak naik (jika pasokan diturunkan) ataupun harga minyak turun (jika pasokan ditingkatkan).

3 Faktor yang Paling Mempengaruhi Harga Minyak

2. Demand (Permintaan)

Nyaris 50 persen permintaan minyak global bersumber dari lima negara saja, yakni Amerika Serikat, China, India, Jepang, dan Rusia. Oleh karenanya, pertumbuhan ekonomi pada masing-masing negara tersebut bisa mempengaruhi pasar minyak. Misalnya jika AS atau China menunjukkan perlambatan ekonomi secara drastis, maka pasar bisa secara spontan memproyeksikan penurunan harga.

Selain itu, perubahan musim juga dapat berdampak pada permintaan. Misalnya, secara musiman, penggunaan minyak di benua Eropa meningkat di musim dingin karena menggunakan pemanas. Sedangkan di Amerika Serikat, penggunaan minyak biasanya menanjak pada musim panas sehubungan dengan meningkatnya aktivitas bepergian menggunakan kendaraan bermotor.

3. Perdagangan Pasar Berjangka

Harga minyak telah berfluktuasi sejak berdekade-dekade lalu. Namun, naik-turunnya harga tidak setajam era informasi teknologi saat ini. Sekarang, harga minyak bisa berubah hingga berpuluh dolar dalam hitungan hari saja. Mengapa demikian?

Hal ini karena perdagangan pasar berjangka yang makin canggih. Pelaku pasar berjangka bukan hanya pebisnis yang benar-benar ingin menjual dan membeli minyak untuk kebutuhan nyata, melainkan juga spekulan yang semata-mata mencari keuntungan dari selisih harga. Sementara itu, proses transaksi dipermudah oleh teknologi informasi yang menjadikan eksekusi transaksi bisa dilakukan secara online dalam hitungan detik saja.

Tagged With :

Leave a Comment