Investasi Saham di Tengah Ketidakpastian Pasar Global

Banyak investor yang ragu untuk melakukan investasi saham di tengah ketidakpastian akibat serangan virus corona di seluruh dunia. Memang benar, serangan virus yang sangat masif ini telah menimbulkan efek yang luar biasa terhadap perekonomian dunia. Banyak perusahaan yang terpaksa harus menghentikan operasinya, dan tidak sedikit pula yang harus gulung tikar dan merumahkan banyak karyawannya.

Selama 3 bulan pertama di tahun 2020 ini, rata-rata saham industri di Dow Jones turun 23%. Ini adalah kwartal dengan ngka terburuk sejak tahun 1987. Sementara itu, S&P 500 terjun 20% dan merupakan penurunan terbesar sejak Tahun 2008. Meski sebagian besar mengalami penurunan karena pandemi virus corona, tetap ada beberapa perusahaan yang menunjukkan kinerja lebih baik, sehingga layak dijadikan sebagai target investasi saham di tengah ketidakpastian pasar. Siapa saja?

investasi saham di tengah ketidakpastian

Investasi Saham di Tengah Ketidakpastian: Saham dengan Kinerja Baik

Menurut data Bloomberg, hingga akhir bulan Maret tahun 2020, hanya 31 saham di S&P 500 yang menunjukkan kenaikan. Sisanya, 469 saham lagi, semuanya berada di zona merah. Bagi investor yang masih tertarik dengan investasi saham di tengah ketidakpastian pasar seperti sekarang ini, berikut adalah beberapa kandidatnya:

Perusahaan di Sektor Farmasi dan Kesehatan
  • Regeneron Pharmaceuticals; Saham perusahaan ini menunjukkan kinerja terbaik selama kwartal pertama tahun ini, dengan kenaikan fantastis, mencapai 30%. Sebenarnya, peningkatan harga saham perusahaan farmasi semacam ini tidak begitu mengejutkan. Banyak perusahaan sedang berupaya mencari obat terhadap serangan virus corona, dan perusahaan-perusahaan bioteknologi Amerika berada di garda terdepan dalam upaya itu. Perusahaan ini sedang melakukan percobaan klinis untuk menemukan obat baru dalam melawan virus corona. Tidak heran jika banyak investor melirik saham perusahaan-perusahaan semacam ini, karena potensinya memang besar.
  • Gilead Sciences. Meski kenaikannya tidak sebesar Regeneron Pharmaceuticals, perusahaan ini juga menikmati kenaikan saham hingga 15% dalam tiga bulan terakhir. Perusahaan bioteknologi ini juga berada di garis depan dalam upaya mengembangkan obat untuk Covid-19.
  • Clorox. Perusahaan ini tidak mengembangkan vaksin anti-virus. Clorox memproduksi alat sanitasi berupa disinfectan wife atau tisu disinfektan. Perusahaan sejenis ini juga menjadi target investasi saham di tengah ketidakpastian, karena tingginya permintaan pasar terhadap produk-produk kebersihan dan sanitasi, seperti disinfektan maupun sanitizer. Clorox menikmati kenaikan saham hampir 13% di kwartal pertama tahun ini.
Perusahaan Teknologi

Lalu, mengapa harga saham perusahaan software dan cloud computing seperti Citrix Systems juga mengalami kenaikan? Kenaikan saham perusahaan ini cukup signifikan, yakni 27,6%. Hal ini juga masih bisa dikaitkan dengan serangan virus corona. Pada kondisi seperti ini, banyak perusahaan yang harus membiarkan karyawannya bekerja dari rumah. Akibatnya, kebutuhan terhadap perangkat lunak pendukung sistem kerja juga meningkat.

  • Citrix Systems; Perusahaan ini menawarkan solusi akses yang dibutuhkan semua elemen dalam satu ruang kerja mobile. Solusi yang ditawarkan bernama Citrix Mobile Workspace Suite, sebuah sistem yang memungkinkan karyawan sebuah perusahaan bekerja darimana saja secara mudah namun tetap aman. Dengan satu ruang kerja mobile, semua karyawan bisa mengakses apps, data dan layanan, serta dekstop dari berbagai perangkat, sepanjang semuanya terhubung dalam jaringan. Dengan cara ini, perusahaan bisa menjaga kinerja karyawan tanpa harus menyediakan infrastruktur yang mahal.
  • NortonLifeLock; Sejalan dengan kebutuhan untuk bekerja dari rumah, masalah keamanan cyber menjadi jauh lebih penting dibanding sebelumnya. Perusahaan pastinya tidak akan mau mempertahankan keamanan datanya saat semua karyawan bekerja secara online. Di sinilah NortonLifeLock mendapatkan kesempatannya. Sebagai pemimpin global di bidang software keamanan cyber, perusahaan ini menikmati kenaikan saham hingga mendekati 27% selama tiga bulan terakhir.
  • Nvidia; Saham perusahaan teknologi ini menunjukkan kenaikan hingga 12% selama tiga bulan terakhir. Perusahaan pembuat chip ini mendapatkan peluang di tengah ketidakpastian, karena banyak perusahaan maupun organisasi membutuhkan chip untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan dari rumah.
  • SBA Communications; Perusahaan teknologi ini menunjukkan kenaikan saham 12%. SBA Communications merupakan operator sekaligus pemilik infrastruktur nirkabel (wireless) yang pastinya sangat dibutuhkan dalam lingkungan kerja digital atau mobile.
Perusahaan Hiburan: Netflix

Kenaikan saham Netflix juga tidak begitu mengherankan. Saat ini, semua orang berada di rumah – karyawan bekerja dari rumah dan anak-anak belajar dari rumah. Akibatnya, kebutuhan hiburan di rumah juga meningkat. Alhasil, perusahaan hiburan menjadi salah satu target investasi saham di tengah ketidakpastian perekonomian seperti sekarang ini. Para investor di perusahaan ini menikmati hasilnya. Saham Netflix naik hingga 16% di kwartal pertama tahun ini.

Selain beberapa perusahaan di atas, sebenarnya masih ada perusahaan lain yang menikmati kenaikan investasi saham di tengah ketidakpastian perekonomian global saat ini. Di antaranya adalah perusahaan real estate Digital Realty Trust, T-Mobile, dan Amazon. Namun secara umum, kenaikan saham di perusahaan-perusahaan tersebut berkaitan dengan perubahan permintaan pasar di tengah pandemi virus corona saat ini.

Tagged With :

Leave a Comment