Saham Properti Paling Populer, Laris Manis Jadi Incaran Investor

Keputusan Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga lagi bulan ini semestinya menguntungkan sejumlah sektor saham, seperti perbankan, otomotif dan properti. Permintaan konsumen di sektor-sektor ini cenderung meningkat dalam masa-masa suku bunga rendah. Oleh karenanya, peminat saham sektor-sektor tersebut tetap tinggi walaupun harga sahamnya cenderung tertekan sejak pertengahan tahun 2019.

Diantara ketiga sektor tersebut, saham properti cukup menonjol karena anggapan umum bahwa nilai properti pasti meningkat dari waktu ke waktu. Mengikuti asumsi tersebut, maka kinerja emiten properti tentu memiliki masa depan cerah. Penurunan harga saham pun menjadi peluang untuk “serok bawah”, atau istilah canggihnya “buy-on-weakness“.

Faktor yang Mendorong Kenaikan Saham Properti

Beberapa saham properti paling populer yang sering jadi incaran investor antara lain:

  • PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

Siapa yang belum pernah mendengar nama Ciputra!? Sejak didirikan pada tahun 1981, perusahaan ini telah terlibat dalam pembangunan beragam properti di berbagai pulau seantero Indonesia. Tak berlebihan jika dikatakan bahwa Ciputra merupakan spesialis pengembangan properti perumahan skala besar dan pusat perbelanjaan komersial. Harga saham CTRA saat ini Rp1,160 per lembar.

  • PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

Pakuwon merupakan anak usaha Pakuwon Group yang berpusat di Surabaya. Sejak didirikan pada tahun 1982 oleh Alexander Tedja, Pakuwon berfokus pada pendirian hunian, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran di Surabaya dan Jakarta. Pakuwon merupakan operator Tunjungan Plaza, pusat perbelanjaan paling ikonik di Surabaya. Harga saham PWON saat ini Rp625 per lembar.

  • PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Summarecon didirikan pada tahun 1975 oleh Soetjipto Nagaria dan memelopori pengembangan kawasan Kelapa Gading, Jakarta. Koleksi portofolionya mencakup lusinan gedung apartemen, kompleks perumahan, bursa mobil, hotel, dan pusat perbelanjaan, khususnya di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Harga saham SMRA saat ini Rp1,190 per lembar.

Selain ketiga saham properti itu, investor juga sering memantau PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Agung Podomoro Tbk (APLN), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Intiland Development Tbk (DILD). Akan tetapi, prospek pertumbuhan harga saham properti terbaik saat ini masih dipegang oleh CTRA, PWON, dan SMRA.

Tagged With :

Leave a Comment