3 Trik Memanfaatkan Volatilitas Pasar Forex

Volatilitas atau pergolakan harga merupakan momok sekaligus peluang trading di pasar forex. Semakin tinggi volatilitas perdagangan suatu aset, maka semakin besar risiko trading dalam aset tersebut. Namun, tanpa adanya volatilitas maka trader akan sulit menemukan peluang untuk mendapatkan keuntungan.

Ada pakar forex yang menyebut bahwa memahami volatilitas pasar dapat membantu trader untuk menangkap peluang trading forex terbaik dan menghindari risiko terburuk. Nah, untuk membantu Anda melakukannya, simaklah tiga trik memanfaatkan volatilitas pasar berikut ini.

Trik Memanfaatkan Volatilitas Pasar Forex

1. Volatilitas tertentu dapat menyediakan info mengenai kondisi pasar yang mendasarinya. Misalnya, ketika suatu pair mata uang mendadak melonjak atau anjlok hingga membentuk celah (gap) pada grafik candlestick dengan timeframe tinggi, maka hal itu seringkali menandai perubahan signifikan dalam outlook pair tersebut.

Untuk mengevaluasi akurasinya, Anda bisa menilik berita fundamental apa yang menjadi pemicu. Apabila berita itu cukup signifikan, maka perubahan harga bisa jadi menandai pembentukan tren baru. Sebaliknya, jika berita itu sekedar rumor, maka perubahan itu sekedar “false signal”. Secara teknikal, bisa juga ditilik pola candlestick seperti apa yang terbentuk setelah munculnya gap tersebut.

2. Ketika volatilitas mulai meningkat setelah kemerosotan harga dalam waktu lama, maka hal itu seringkali mengisyaratkan bahwa downtrend akan segera berakhir. Mudahnya, jika kisaran pergerakan harga harian (daily range) melebar secara drastis setelah suatu pair mengalami kemerosotan hingga 10% atau lebih dari puncak (high) terakhir, maka itu bisa jadi menandai peluang beli dengan reward cukup bagus.

3. Teknologi telah memudahkan banyak aspek dalam kehidupan kita, termasuk aktivitas trading. Siapa yang tidak tergiur untuk menggunakan teknologi autotrading (robot trading) agar bisa ongkang-ongkang kaki memanen profit saja? Namun, kemudahan teknologi bisa jadi bumerang ketika bertemu dengan volatilitas pasar forex.

Ambil contoh seandainya suatu pair mendadak melonjak karena muncul rumor, maka level-level support dan resistance penting yang ditandai oleh sistem robot bisa langsung ter-trigger. Seandainya trader melakukan transaksi secara manual, maka takkan tertarik untuk open posisi. Namun, robot pasti akan open posisi sesuai instruksi yang termuat dalam algoritma-nya. Hasilnya, pengguna robot akan mengalami kerugian besar setelah harga malah berbalik merosot drastis (flash crash).

Agar tak terjebak dalam situasi flash crash, Anda bisa memformat robot agar menghindari open posisi saat volatilitas mengalami peningkatan atau dalam jam-jam perdagangan tertentu yang dianggap rentan bergolak. Atau lebih baik lagi, trading-lah secara manual saja. Pertimbangan rasional seorang manusia tentu lebih superior ketimbang tindakan otomatis robot forex yang mahal tapi hanya bisa mengikuti parameter baku saja. Asalkan Anda dapat mengendalikan diri untuk tidak terhanyut dalam euforia pasar, maka masa-masa volatilitas melonjak tinggi bisa jadi peluang untuk meraup keuntungan lebih besar.

Tagged With :

Leave a Comment