Grafik candlestick merekam pergerakan harga beragam instrumen investasi, mulai dari saham sampai forex dan kripto. Dalam prosesnya, grafik tersebut dapat membentuk pola-pola tertentu yang dianggap sebagai sinyal beli, jual, maupun hold. Namun, akurasi sinyal candlestick sangat bervariasi.
Coba perhatikan grafik harga saham PGAS di bawah ini. Terlihat beberapa pola candlestick yang semestinya mengisyaratkan bullish (tanda warna biru) tapi malah diikuti oleh penurunan harga.

Diantara semua yang pernah diuji, ada lima (5) pola candlestick yang memiliki tingkat akurasi paling rendah. Kelima pola tersebut adalah Spinning Top, Doji, Inverted Hammer, Hanging Man, dan Upside Tasuki Gap.
- Spinning Top
Sinyal dari pola candlestik yang mirip mainan anak-anak ini cuma punya akurasi sekitar 46-48%. Pada dasarnya, Spinning Top memang hanya menggambarkan netralitas pasar dan ketidakpastian sehingga tidak mengisyaratkan arah pergerakan harga tertentu.
- Doji
Pola Doji standar memiliki akurasi sekitar 48-50% saja, karena mengilustrasikan tekanan jual dan beli yang seimbang. Namun, sinyal Doji nonstandar seperti nisan (gravestone) dan capung (dragonfly) bisa memiliki akurasi lebih tinggi.
- Inverted Hammer
Sinyal dari pola palu terbalik sangat rentan gagal dengan akurasi cuma 45-52%, terutama jika tidak diikuti oleh candle bullish yang memiliki harga penutupan (closing) di atas candle ini.
- Hanging Man
Pola candlestick ini memiliki tampilan dan tingkat akurasi yang nyaris sama dengan Inverted Hammer. Oleh karena itu, sangat penting bagi trader untuk mengonfirmasi sinyal sebelum mengambil tindakan berikutnya.
- Upside Tasuki Gap
Tak banyak yang mengenal Upside Tasuki Gap, karena sinyalnya lebih sering menyesatkan daripada memandu ke arah yang benar. Tingkat akurasi maksimalnya cuma sekitar 50%.
Kelima pola candlestick di atas memiliki satu kesamaan, yakni hanya terdiri dari satu batang lilin. Hal ini menggarisbawahi pentingnya mengonfirmasi sinyal dengan candle berikutnya atau indikator teknikal lain.
Selain itu, trader sebaiknya memerhatikan data volume trading sebelum mengeksekusi sinyal dari pola candlestick apa pun. Suatu sinyal beli semestinya disertai dengan peningkatan volume permintaan, sedangkan sinyal jual seharusnya dibarengi dengan peningkatan volume penawaran.
Tagged With : candlestick • Cryptocurrency • sinyal trading • trading forex • trading saham