Prospek GBP/USD Tahun 2026 Berubah Jadi Bearish

Banyak analis berpandangan optimistis terhadap kurs Poundsterling dalam prediksi forex awal tahun 2026. Namun, pesona Sterling terus memudar belakangan ini. Pakar dari beberapa bank terkemuka dunia memperkirakan posisi Poundsterling pada akhir tahun bakal lebih rendah daripada sekarang.

Prospek GBPUSD Tahun 2026 Berubah Jadi Bearish

Lima faktor utama membebani Poundsterling saat ini, yakni sentimen risk-off yang berkaitan dengan geopolitik global, pertumbuhan ekonomi yang lemah, tingkat utang pemerintah yang terlalu tinggi, gejolak politik dalam negeri, serta memudarnya prospek kenaikan suku bunga Bank of England (BoE). Semuanya merupakan perkembangan baru yang merebak antara bulan Februari-Maret, kemudian berlanjut hingga sekarang tanpa kemajuan signifikan.

Pertama, Inggris termasuk negeri importir energi neto yang perlu mendatangkan migas untuk memenuhi kebutuhannya. Seiring dengan blokade Selat Hormuz oleh Iran dan Amerika Serikat, Inggris harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengimpor migas. Padahal, semua transaksi migas internasional menggunakan mata uang Dolar AS.

Kedua, kenaikan harga migas mengakibatkan peningkatan biaya-biaya produksi, menekan aktivitas ekonomi, dan mengurangi permintaan secara agregat. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi melambat, tetapi ekspektasi inflasi meningkat. Dengan kata lain, Inggris menghadapi peningkatan risiko stagflasi.

Ketiga, utang pemerintah sudah mencapai 93,8% dari PDB Inggris per akhir bulan Maret 2026. Ini merupakan rekor utang paling besar sejak awal 1960-an, sehingga menumbuhkan kekhawatiran akan kredibilitas fiskal Inggris. Pemerintah perlu meningkatkan pendapatan dan menghemat pengeluaran untuk menanggulanginya, tetapi semua pendekatan itu tidak dapat diambil dengan mudah di tengah krisis energi saat ini.

Keempat, PM Inggris Keir Starmer tersandung skandal baru-baru ini dan semakin kehilangan dukungan dari dalam partainya sendiri. Favorabilitasnya di mata publik Inggris juga semakin berkurang. Dalam situasi tersebut, hasil pemilihan lokal pada tanggal 7 Mei 2026 mendatang dapat memicu upaya untuk melengserkan Starmer secara resmi paling lambat pada akhir tahun ini.

Kelima, BoE akan sulit untuk mengubah kebijakan moneternya di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik. Kenaikan ekspektasi inflasi biasanya mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga, tetapi BoE perlu berpikir dua kali dalam mempertimbangkan dampaknya terhadap utang pemerintah dan permintaan masyarakat secara umum.

Berbagai faktor tersebut mendorong beberapa lembaga keuangan terkemuka untuk mengubah perkiraan kurs Poundsterling menjadi lebih bearish. Desjardins, salah satu kelompok keuangan terbesar di Amerika Utara, bahkan memprediksi GBP/USD akan turun sampai 1.30 dan EUR/GBP naik ke 0.92 dalam tahun ini.

Tagged With :

Leave a Comment