Pasar Keuangan AS Menguat di Tengah Harapan Perundingan Dagang dan Antisipasi Data Ketenagakerjaan

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (2/6), dengan ketiga indeks utama—Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite—mengakhiri sesi di zona hijau. Penguatan ini sebagian besar didorong oleh saham-saham chip dan optimisme seputar kemungkinan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk membahas sengketa dagang.

Bersamaan dengan itu, Dolar AS (USD) juga mengalami rebound atau penguatan. Indeks dolar naik 0,71% menjadi 99,28, menunjukkan penguatan greenback terhadap mata uang utama lainnya. Penguatan dolar ini turut menyebabkan harga emas terkoreksi dari posisi tertingginya.

Faktor Pendorong dan Kekhawatiran

Investor pada hari itu mencermati dua hal utama:

  • Kemajuan Pembicaraan Tarif AS-China: Harapan akan pertemuan Trump dan Xi Jinping memicu optimisme bahwa ketegangan perang dagang bisa mereda, yang secara positif memengaruhi sentimen pasar.
  • Menurunnya Ekspektasi Ekonomi: Meskipun ada penguatan pasar, beberapa ekonom telah menurunkan proyeksi ekonomi mereka karena dampak berkepanjangan dari perang dagang. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) bahkan menyatakan bahwa ekonomi global mengarah pada perlambatan yang lebih parah, dengan proteksionisme AS sebagai penyebab utamanya. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu inflasi dan mengganggu rantai pasok global.

Menanti Data Ketenagakerjaan Penting

Fokus investor selanjutnya tertuju pada rilis laporan ketenagakerjaan AS bulan Mei yang akan datang pada hari Jumat. Survei Reuters memperkirakan ekonomi AS akan menambah sekitar 130.000 lapangan kerja bulan lalu, dengan tingkat pengangguran tetap di angka 4,2 persen. Data ini akan sangat penting karena dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kesehatan ekonomi AS di tengah ketidakpastian perang dagang.

Obligasi Pemerintah AS

Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor panjang sedikit turun karena pelaku pasar menanti perkembangan baru dari negosiasi dagang. Imbal hasil obligasi 10 tahun turun 1 basis poin menjadi 4,452%, dan obligasi 30 tahun turun 1,8 basis poin menjadi 4,9769%. Sementara itu, imbal hasil obligasi dua tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga The Fed, sedikit naik 0,8 basis poin menjadi 3,953%.

Secara keseluruhan, pasar pada hari itu menunjukkan campuran optimisme (terkait pembicaraan dagang) dan kehati-hatian (terkait dampak ekonomi jangka panjang dan data ketenagakerjaan yang akan datang).

Leave a Comment