IHSG di Tengah Tarik Ulur Data: Inflasi Positif, Manufaktur Mengkhawatirkan

Mari kita bedah informasi mengenai proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 5 Mei 2025, berdasarkan analisis dari MNC Sekuritas dan Phintraco Sekuritas:

Inti Proyeksi:

  • Penguatan Terbatas dengan Potensi Koreksi: Kedua sekuritas sepakat bahwa IHSG berpotensi mengalami penguatan pada awal perdagangan Senin (5/5). Namun, penguatan ini diperkirakan terbatas dan perlu diwaspadai adanya potensi koreksi atau pembalikan arah.

Analisis MNC Sekuritas:

  • Penutupan Jumat Positif: IHSG ditutup menguat signifikan pada Jumat (2/5), naik 0,72% dengan volume pembelian yang menyertai.
  • Batas Atas Penguatan: MNC Sekuritas memperkirakan area penguatan IHSG akan menguji level 6.840.
  • Potensi Pembalikan Arah: Mereka mewaspadai adanya potensi pembalikan arah IHSG untuk membentuk gelombang [b] dalam analisis Elliott Wave. Area koreksi yang diantisipasi berada di rentang 6.364-6.618.
  • Rekomendasi Saham: Saham-saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan pada Senin (5/5) adalah BUKA, KLBF, TPIA, dan UNTR.

Analisis Phintraco Sekuritas:

  • Pergerakan Fluktuatif: Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif dalam rentang 6.730-6.870 pada Senin (5/5).
  • Sentimen Global Positif: Penguatan global ditopang oleh rumor bahwa China sedang mengevaluasi peluang negosiasi dagang dengan Amerika Serikat (AS). Selain itu, data Nonfarm Payrolls AS untuk April 2025 yang lebih baik dari perkiraan meredakan kekhawatiran resesi di AS.
  • Negosiasi Dagang Indonesia-AS: Indonesia juga sedang melakukan negosiasi dagang dengan AS. Meskipun ada tekanan terkait pembatasan non-tarif seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Indonesia memiliki posisi tawar karena memproduksi beberapa mainan populer AS. Potensi tarif resiprokal dapat menyebabkan lonjakan harga mainan tersebut. AS mengindikasikan potensi kesepakatan dagang dengan beberapa negara dalam 2-3 minggu ke depan.
  • Sentimen Domestik Campuran:
    • Positif: Pasar merespons positif kenaikan inflasi tahunan (1,95% di April dari 1,03% di Maret) dan inflasi inti (2,5% secara tahunan). Kenaikan ini dianggap sebagai sinyal pemulihan konsumsi domestik yang lebih kuat dari perkiraan.
    • Negatif: Indeks manufaktur mengalami penurunan signifikan ke 46,7 di April dari 52,4 di bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh dampak perang tarif global dan berkurangnya aktivitas produksi selama libur panjang Idul Fitri.
  • Rekomendasi Saham: Saham-saham yang direkomendasikan oleh Phintraco Sekuritas meliputi INKP, BRPT, BUMI, ICBP, MNCN, dan EXCL.

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, proyeksi untuk perdagangan IHSG pada Senin (5/5) menunjukkan potensi penguatan terbatas di awal sesi, didorong oleh sentimen positif global dan domestik terkait inflasi. Namun, investor perlu mewaspadai potensi koreksi atau pembalikan arah, terutama mengingat adanya tekanan dari penurunan indeks manufaktur dan ketidakpastian terkait negosiasi dagang global. Rekomendasi saham yang diberikan oleh kedua sekuritas dapat menjadi acuan bagi investor untuk mencermati pergerakan saham-saham tersebut.

Leave a Comment