Ada kemungkinan pelemahan lanjutan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Kamis, 10 April 2025, setelah ditutup melemah pada hari Rabu, 9 April 2025. Berikut adalah poin-poin penjelasannya:
1. Pergerakan IHSG Sebelumnya:
- Pada hari Rabu, 9 April 2025, IHSG ditutup melemah sebesar 0.470 persen ke level 5,967.988.
2. Analisis Teknikal oleh Phintraco Sekuritas:
- Analis Phintraco Sekuritas mengamati bahwa secara teknikal, IHSG membentuk pola long upper shadow. Pola ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang kuat selama sesi perdagangan.
- Selain itu, indikator teknikal lainnya juga memberikan sinyal negatif:
- MACD (Moving Average Convergence Divergence) menunjukkan pelebaran negative slope, yang menandakan momentum penurunan harga yang semakin kuat.
- Stochastic RSI (Relative Strength Index) membentuk Death Cross pada area pivot. Death Cross adalah sinyal bearish yang terjadi ketika garis Stochastic turun memotong garis sinyalnya dari atas.
- Berdasarkan analisis teknikal ini, Phintraco Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level 5,900-5,800 pada perdagangan Kamis, 10 April 2025.
3. Sentimen Fundamental dari Amerika Serikat (AS):
- Pasar sedang menantikan rilis data inflasi AS untuk bulan Maret 2025, yang dijadwalkan pada hari Kamis (10/4).
- Konsensus memperkirakan inflasi AS akan melandai ke level 2,6 persen secara year-on-year (yoy) dari 2,8 persen yoy pada Februari 2025.
- Meskipun diperkirakan melandai, angka tersebut masih jauh di atas target inflasi The Federal Reserve (The Fed) yang berada di angka 2 persen.
- Kekhawatiran muncul terkait potensi kenaikan inflasi di masa depan akibat rencana penerapan tarif impor oleh pemerintahan Trump, yang dapat menyebabkan lonjakan harga barang impor.
- Kondisi inflasi yang masih tinggi ini berpotensi menyebabkan The Fed mempertahankan suku bunga pada level 4,25-4,50 persen pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya.
4. Sentimen Fundamental dari Regional (China):
- Pasar juga sedang menunggu rilis data inflasi China untuk bulan Maret 2025, yang juga dijadwalkan pada hari Kamis (10/4).
- Inflasi China diperkirakan berada di level 0,1 persen yoy, setelah sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,7 persen yoy pada Februari 2025.
- Angka inflasi yang positif (meskipun tipis) mengindikasikan adanya permintaan domestik yang mulai pulih, meskipun pemulihannya dianggap belum signifikan.
5. Sentimen Domestik (Indonesia):
- Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan proposal negosiasi tarif dengan Amerika Serikat.
- Delegasi tingkat tinggi dari Indonesia direncanakan akan bertemu dengan beberapa pejabat AS pada pekan berikutnya untuk membahas isu ini.
6. Rekomendasi Saham:
- Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan Kamis (10/4), meliputi TINS, ITMG, ICBP, JSMR, dan EMTK.
- MNC Sekuritas juga melihat adanya kemungkinan koreksi lanjutan pada IHSG, dengan potensi mengarah ke level 5,633-5,770. Mereka merekomendasikan saham AADI, BRIS, DEWA, dan INDF untuk diperhatikan.
7. Disclaimer:
- Artikel ini menekankan bahwa keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dan bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.
Secara keseluruhan, artikel ini memberikan pandangan dari dua analis sekuritas yang memperkirakan adanya potensi pelemahan lanjutan pada IHSG pada hari Kamis, 10 April 2025. Prediksi ini didasarkan pada analisis teknikal yang menunjukkan tekanan jual dan sinyal negatif dari indikator, serta sentimen fundamental dari AS terkait data inflasi dan potensi kebijakan tarif, dan juga data inflasi dari China. Investor disarankan untuk berhati-hati dan melakukan analisis sendiri sebelum mengambil keputusan investasi.