Generasi Milenial dan Gen Z semakin memerhatikan manajemen keuangan pribadi di tahun 2025. Bukan hanya mengandalkan strategi manajemen keuangan biasa, melainkan juga motto-motto baru yang dapat memotivasi diri agar lebih bersemangat mengejar target keuangan di masa depan. Tiga motto paling populer adalah no-buy challenge, decluttering, dan YONO.

Tiga Tren Manajemen Keuangan 2025
- No-buy Challenge
Tren no-buy challenge adalah ajakan untuk berfokus pada kebutuhan dasar dan tidak membeli barang non-esensial sepanjang tahun 2025. Tujuannya untuk menghemat uang, berbelanja dengan bijak, memasyarakatkan gaya hidup minimalis, serta mengurangi sampah dan jejak karbon.
Beberapa barang yang masuk dalam daftar “jangan dibeli” antara lain produk skincare yang tidak penting seperti ampoule dan face oil, busana mode terkini, dan gym membership yang jarang digunakan. Praktisi “no-buy challenge” juga direkomendasikan agar berhenti berlangganan aplikasi streaming premium jika jumlahnya sudah terlalu banyak.
- Decluttering
Decluttering adalah kegiatan menyortir barang-barang yang sudah lama tidak dipakai atau sudah tidak diperlukan lagi. Tujuannya untuk menata tempat tinggal atau tempat kerja, serta merapikan inventaris barang yang dimiliki.
Decluttering berperan penting bagi manajemen keuangan pribadi di tahun 2025. Kegiatan ini membantu kita mengetahui barang apa saja yang tidak perlu dibeli lagi, sekaligus mendapatkan manfaat tambahan dari hasil sortiran. Inventaris yang tidak diperlukan selanjutnya dapat diberikan kepada orang lain ataupun dijual kembali sebagai barang “preloved“. Bahkan sekedar menjual sampah bisa menjadi sumber pendapatan sampingan, lho!
- YONO (You Only Need One)
Motto YONO memiliki makna harfiah “kamu cuma butuh satu”. Istilah ini awalnya marak di kalangan netizen Gen Z sebagai lawan kata YOLO (You Only Live Once).
YOLO merujuk pada gaya hidup yang mengejar kepuasan saat ini. Karena hidup hanya sekali, maka lakukanlah apa saja yang menyenangkan sekarang. Hal ini sering mengakibatkan belanja secara impulsif (impulsive buying) dan beragam pengeluaran konsumtif demi memenuhi hasrat sesaat.
YONO berupaya memandu Gen Z untuk memilih gaya hidup yang lebih hemat dengan mengurangi pengeluaran konsumtif. Setiap pembelian harus dipertimbangkan untuk jangka panjang, bukan hanya keinginan sekarang. Contohnya: membeli tas baru hanya jika tas lama sudah rusak, membawa sapu tangan daripada tisu, dan lain-lain.
Kesimpulan
Situasi keuangan global dan lokal semakin mengkhawatirkan, sehingga memengaruhi pula keputusan-keputusan keuangan pribadi. Seiring dengan meningkatnya inflasi, banyak orang terpaksa “makan tabungan” demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sebelum mulai “makan tabungan”, ada baiknya mencoba berhemat terlebih dahulu dengan menerapkan no-buy challenge, decluttering, dan YONO.
Tagged With : cara hidup hemat • cara mengatur keuangan • gen z