Siapa sih yang tidak ingin memperoleh pendapatan pasif, alias Passive Income? Tanpa perlu bekerja keras setiap hari, kita punya pendapatan rutin yang langsung masuk rekening. Ini merupakah impian banyak orang, tetapi tidak banyak yang mengetahui bagaimana cara mewujudkannya.
Investasi saham termasuk salah satu cara untuk mendapatkan passive income, jika kita tahu bagaimana tekniknya dan bisa menerapkannya. Nah, artikel ini akan mengulas seputar tekniknya, agar Anda dapat merealisasikan passive income yang diimpikan.

1. Sisihkan Sebagian Pendapatan untuk Investasi Saham
Langkah pertama, tentu Anda perlu menyediakan modal untuk membeli saham terlebih dahulu. Jika punya pendapatan besar hingga puluhan juta rupiah dalam satu waktu, maka bisa keseluruhannya dialokasikan untuk jadi modal. Namun, meskipun tak ada dana sebesar itu, Anda tetap bisa melakukannya dengan menyisihkan pendapatan bulanan dalam persentase tertentu.
Umpama Anda menerima gaji sebesar Rp4,000,000 per bulan, kemudian 20 persennya disisihkan untuk modal, maka Anda dapat menghimpun dana Rp800,000 per bulan. Kelihatannya kecil, tetapi totalnya dalam setahun mencapai Rp9,600,000. Lakukan terus menerus selama lima tahun saja, akumulasi modal bisa mencapai Rp48 juta! Dan itu belum termasuk keuntungan investasi saham kelak.
2. Tentukan Target Investasi Jangka Panjang
Untuk memotivasi diri Anda sendiri dalam menyisihkan pendapatan, pastikan target investasi tertentu. Target ini bisa jadi berorientasi proses, misalnya “saya akan menyisihkan 20% gaji selama lima tahun” atau “saya akan menyisihkan gaji hingga terkumpul Rp100 juta”. Bisa juga berorientasi hasil, misalnya “saya akan berinvestasi agar bisa pensiun kaya”.
3. Pilih 2-3 Emiten yang Sering Memberikan Dividen
Sementara dana terhimpun sedikit demi sedikit, Anda bisa memilih saham-saham apa saja yang akan dijadikan wahana investasi. Agar bisa mendapatakan passive income dari investasi saham dalam jangka panjang, maka Anda harus memilih saham terbitan emiten yang memenuhi tiga kriteria berikut ini:
- Perusahaan emiten selalu membagikan dividen secara rutin.
- Bidang usaha emiten bukan sektor siklikal seperti Agri dan Tambang.
- Perusahaan emiten termasuk BUMN atau perusahaan blue chip.
Anda boleh memilih untuk berinvestasi pada saham satu emiten saja. Namun, itu bisa jadi bumerang jika harga saham emiten itu sudah terlalu mahal atau sedang mengalami fase fluktuatif. Alternatif lebih aman bila membagi dana investasi dalam saham 2-3 emiten berbeda.
4. Beli Saham Secara Bertahap dan Rutin
Setelah menyisihkan modal setiap bulan, belikanlah saham-saham pilihan sedikit demi sedikit. Yang perlu diperhatikan pada tahap ini, Anda harus rajin dan konsisten. Hindari memantau fluktuasi harga saham. Pokoknya rajinlah beli saham-saham pilihan Anda saja hingga target akhir tercapai.
5. Tampung Dividen
Langkah terakhir, Anda tinggal menerima pembagian dividen tahunan dari saham-saham pilihan tadi. Besaran dividen ini kelihatannya kecil, misalnya Rp50 per lembar saham. Namun, jika Anda punya 100 lot saham saja (1 lot = 100 lembar saham), maka total dividen tahun pertama sudah mencapai Rp500,000. Jadilah passive income seumur hidup. Apalagi jika kelak harga saham itu naik lebih tinggi, maka Anda bisa tambah untung sampai ratusan persen.
Tagged With : investasi jangka panjang • investasi masa depan • saham