Sektor Saham Yang Potensial Tahun 2024

Beragam sektor saham cuan silih berganti setiap tahunnya, tergantung pada topik apa yang sedang menjadi sorotan pasar. Seiring dengan berakhirnya tahun 2023, muncullah pertanyaan mengenai sektor saham yang potensial tahun 2024.

Topik utama apa yang akan mewarnai tahun 2024? Salah satunya, pemilihan umum (pemilu). Selain itu, ada pula isu suku bunga dan perang Israel-Palestina yang terus berkepanjangan.

Sektor Saham Yang Potensial Tahun 2024

Ajang pemilu 2024 bukan hanya akan heboh di sosial media, melainkan juga di pasar keuangan. Para pakar telah lama berupaya menakar sektor saham apa saja yang akan diuntungkan oleh pesta demokrasi tersebut dengan berbagai cara.

Berikut ini tiga (3) sektor saham yang potensial tahun 2024:

  1. Sektor consumer dan retail: Pemilu dapat mendorong peningkatan konsumsi, mulai dari permintaan atribut kampanye, aktivitas komunitas, dan masih banyak lagi. Beberapa contoh saham potensial antara lain Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dan Mayora Indah (MYOR),
  2. Sektor media dan telekomunikasi: Pemilu mendorong lebih banyak orang untuk menonton televisi, berinteraksi lewat media sosial, dan lain-lain demi mengikuti perkembangan politik terkini. Saham prospektifnya antara lain Telkom (TLKM) dan Surya Citra Media (SCMA).
  3. Sektor perbankan: Data menunjukkan bahwa sektor perbankan menunjukkan kinerja cemerlang selama sembilan bulan setelah tiga pemilu terakhir. Contohnya Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), serta Bank Negara Indonesia (BNI).

Sektor perbankan juga berpotensi cuan ekstra apabila tingkat suku bunga tetap tinggi seperti sekarang. Namun, para pakar masih berfokus merekomendasikan saham bank-bank terbesar di Indonesia saja.

Suku bunga yang tinggi merupakan pedang bermata dua bagi sektor perbankan. Bank-bank yang kuat dapat mendulang lebih banyak pendapatan bunga dari para debiturnya. Namun, bank-bank yang rapuh terancam tekor karena peningkatan beban bunga yang harus dibayar kepada para nasabahnya. Dalam konteks ini, bank-bank kecil dan menengah jauh lebih berisiko daripada bank-bank kawakan.

Nah, apakah kamu tertarik untuk berinvestasi pada salah satu sektor di atas? Jangan lupa untuk memperiksa laporan keuangan emiten sebelum membeli sahamnya. Sekalipun suatu sektor saham secara umum naik daun, harga saham secara individual tetap lebih dipengaruhi oleh kinerja keuangan emiten.

Tagged With :

Leave a Comment