Mengintip Daftar Saham Lo Kheng Hong Saat Ini

Ketokohan Lo Kheng Hong dalam dunia saham Indonesia melahirkan banyak sekali pertanyaan menarik. Bagaimana strategi investasi saham Lo Kheng Hong? Emiten apa saja yang masuk dalam portofolio saham Lo Kheng Hong? Semuanya akan kita bahas dalam artikel ini.

Daftar Saham Lo Kheng Hong Saat Ini

Pasar kemungkinan tidak mempedulikan tindakan seorang investor kecil yang menjual atau membeli beberapa ratus lot saham. Namun, investor kawakan sekelas Lo Kheng Hong selalu menjadi sorotan. Media massa senantiasa berupaya mengendus jejaknya, mulai dari investasi kecil yang berjumlah recehan sampai dengan investasi yang berskala cukup besar sehingga harus dilaporkan secara khusus kepada otoritas bursa.

Publik mungkin tidak akan tahu persis berapa banyak ragam saham yang dimiliki Lo Kheng Hong secara keseluruhan, tetapi kita dapat mendeteksi pada emiten mana saja Lo Kheng Hong menanamkan dana dalam jumlah besar. Datanya berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan keputusan investasi sang legenda.

Berikut ini daftar saham Lo Kheng Hong yang persentase kepemilikannya lebih dari 5% berdasarkan data pasar per November 2023:

  • Gajah Tunggal (GJTL) – 5,04%
  • Global Mediacom (BMTR) – 6,53%
  • Intiland Development (DILD) – 6,62%

Lo Kheng Hong juga memiliki beberapa saham lain dengan persentase kepemilikan di bawah 5% atau bahkan kurang dari 1%. Keputusan jual/beli kemungkinan tidak diketahui publik secara tepat waktu karena persentasenya sangat kecil, tetapi media massa pernah melaporkan beberapa saham di bawah ini masuk dalam portofolio saham Lo Kheng Hong antara tahun 2022-2023:

  • ABM Investama (ABMM)
  • Austindo Nusantara Jaya (ANJT)
  • Bank Niaga (BNGA)
  • Bank OCBC NISP (NISP)
  • Clipan Finance (CFIN)
  • Indika Energy (INDY)
  • Panin Financial (PNLF)

Dilihat dari isi portofolionya, Lo Kheng Hong seolah menjalankan strategi diversifikasi. Namun, ia sebenarnya malah tak menyukai diversifikasi investasi.

Menurut Lo Kheng Hong, “diversifikasi itu untuk melindungi ketidaktahuan kita”. Sedangkan seorang investor saham harus mempelajari kondisi keuangan perusahaan sampai dengan prospek saham ke depan secara menyeluruh. Jadi, investor tak perlu melakukan diversifikasi apabila ia tahu apa yang diinvestasikannya.

Seorang peserta Investalk KSPM FEB UI 2023 beberapa waktu lalu bertanya kepada Lo Kheng HongĀ  tentang mengapa ia berinvestasi pada beragam saham, padahal tidak menyarankan diversifikasi. Katanya, ia sebenarnya tidak berniat untuk diversifikasi. Hanya saja, ia tak mau mengakumulasi lagi suatu saham saat harganya meningkat.

Ketika harga suatu saham naik setelah ia membeli saham tersebut, Lo Kheng Hong memilih untuk tidak “mengejar”. Alih-alih, ia mencari saham lain yang potensial.

Tagged With :

Leave a Comment