Di awal-awal berdirinya usaha anda, kelelahan adalah sebuah ‘perangkap’ yang mudah menjebak pengusaha pemula. Anda berusaha mengejar setiap potensi yang ada dan menjawab setiap email masuk dalam waktu beberapa menit. Telinga anda selalu terpasang awas, dan anda merasa yakin bahwa bekerja sepanjang waktu adalah satu-satunya cara untuk sukses. Pasti melelahkan, bukan? Jika anda masih berfikiran demikian, inilah saatnya mengubah kebiasaan dan mencegah kelalahan yang dapat menguras energi dan mental anda dalam waktu singkat.
Coba bayangkan satu kondisi sebaliknya: anda menjalankan sebuah usaha, dan tidak pernah merasa kewalahan dan kelelahan, bukan karena anda mempekerjakan seorang asisten full-time atau mengurangi beban kerja. Anda bisa melakukannya dengan mengubah kebiasaan dan mencegah kelelahan. Intinya adalah mengubah manajemen diri. Caranya?

Bagaimana Mengubah Kebiasaan dan Mencegah Kelelahan?
Perlu diingat bahwa sepanjang anda menyisihkan waktu, akan selalu ada pekerjaan untuk diselesaikan. Jadi, tugas andalah untuk menentukan bagaimana cara mengatur waktu secara bijak. Sebagai seorang pemimpin, anda bebas mengatur jadwal dan beban kerja harian untuk mencegah kelalahan dan stress. Anda bisa melakukannya dengan menciptakan suatu sistem yang menyeimbangkan bagaimana anda bekerja sesuai irama pekerjaan klien dan pesanan konsumen.
Realita dalam dalam dunia wirausaha adalah selalu ada pekerjaan yang mesti diselesaikan. Jadi, anda mesti membuat ‘pagar pembatas’ yang memungkinkan anda untuk fokus dan mengalokasikan waktu seperlunya untuk setiap proyek, komunikasi, dan penyelesaian pesanan. Berikut adalah cara melakukannya:
Kenali ‘Jam Internal’ Anda
Kelelahan bisa terjadi ketika andaa menghadapi pekerjaan di luar ritme biasa; jadi, kuncinya adalah membangun kesadaran diri dan mengenali ‘jam internal’ anda. Jam internal di sini maksudnya adalah sistem kerja dalam diri anda. Misalnya, anda mungkin merasa paling bersemangat dan energik di pagi hari, dan jam 3 sore merupakan waktu paling membosankan bagi anda untuk bekerja. Atau, anda ibarat ‘burung gagak’ yang aktif di malam hari dan tidak bisa fokus bekerja di pagi hari. Jadi, susunlah jadwal anda sesuai ritme dalam diri anda, sehingga anda bisa bekerja di waktu yang paling cocok untuk anda.
Lindungi Waktu di Mana Anda Paling Produktif
Misalkan anda merasa paling bersemangat di pagi hari. Di waktu ini, anda bisa bekerja lebih cepat untuk menyelesaikan proyek-proyek penting dari klien. Jadi, pastikan anda menandai kalender hingga jam 10 pagi untuk bekerja. Jika anda memiliki anda, misalnya, buat kesepakatan agar pasangan anda yang mengantar anak-anak ke sekolah di pagi hari, sehingg jam-jam produktif anda ini tidak terganggu oleh apapun. Kemudian, anda bisa mengambil tugas untuk menjemput anak-anak dari sekolah di siang hari.
Di ujung spektrum, tandai waktu untuk berhenti atau jeda. Jika otak anda tidak lagi produktif di sore hari, misalnya pukul 16.00 sore, maka gunakanlah waktu tersebut untuk rehat. Kosongkan waktu-waktu ini dari tugas, seperti rapat, presentasi, menelpon klien, atau bahkan sekedar menyusun jadwal kerja yang tetap membutuhkan konsentrasi (meski lebih sedikit).
Bangun Kebiasaan Melindungi Waktu dan Energi
Seperti dibahas di atas, jika anda ingin mengubah kebiasaan dan mencegah kelelahan, maka kuncinya adalah manajemen diri. Bahkan di waktu-waktu produktif anda, daftar pekerjaan yang tidak ada habisnya juga bisa memicu stress dan kelelahan. Jadi, ambil langkah-langkah proaktif untuk membangun kebiasaan melindungi waktu dan energi.
Cara melindungi waktu anda mungkin terdengar seperti Podomoro Technoque, di mana anda bekerja dalam interval 25 menit, dan kemudian rehat 5 menit. Anda bisa mengatur batasan waktu dengan membiasakan rapat singkat (15 menit) dibanding rapat panjang (30 menit atau lebih). Kemudian, bangun kebiasaan untuk membaca email dan newsletter secara singkat di pagi dan sore hari. Jangan ragu menghapus email yang tidak penting dengan cepat.
Bangun Sistem Respon Cepat
Pertama, tutup inbox dan sembunyikan notifikasi, ketika anda sedang fokus. Manfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan anda. Misalnya, sistem yang memungkinkan anda mengirim konfirmasi nota secara cepat. Terkadang, mungkin akan ada masalah yang perlu ditangani secara cepat. Anda bisa membangun komunikasi dengan konsumen atau klien agar mereka menghubungi melalui pesan singkat atau telepon jika ada masalah yang sifatnya mendesak.
Bangun Alat Ukur Kinerja
Jika ingin mengubah kebiasaan dan mencegah kelelahan, maka anda harus bisa menentukan jika ada pekerjaan yang manfaatnya tidak sebanding dengan waktu yang dihabiskan. Mungkin anda pernah mendengar kiasan: sebuah rapat panjang bisa diganti dengan satu email saja. Nah, untuk melindungi waktu anda, maka buat alat ukur sendiri untuk memutuskan kapan sebuah rapat diperlukan. Jika anda perlu mengirim informasi tanpa harus diskusi, maka email adalah solusinya. Jika ada topik yang membutuhkan kerja sama, coaching atau training, maka rapat adalah jawabannya.
Kemudian, cara terbaik untuk mencegah kelelahan adalah menyisihkan waktu untuk diri sendiri di luar pekerjaan. Prioritaskan aktivitas tersebut layaknya anda memprioritaskan pekerjaan. Cara ini membantu anda lebih fokus terhadap keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan anda.
Tagged With : manajemen bisnis • manajemen SDM