Mengapa Tenaga Marketing Gagal di Awal Karirnya? Part 3

Dua post sebelumnya membahas mengapa tenaga marketing gagal, dan kedua membahas beberapa cara untuk mencegah kegagalan tersebut. Hal pertama yang perlu diperhatikan bahwa tenaga marketing baru kerap merasa tidak percaya diri atas kemampuannya. Selain itu, aturan marketing yang kaku bisa menjadikan mereka tidak kreatif. Oleh sebab itu, cobalah berikan ruang bagi mereka untuk menemukan gaya pemasaran sendiri. Luangkan waktu untuk menerima panggilan telepon dari karyawan baru, diskusikan strategi pemasaran mereka secara rinci, dan temukan kelebihan mereka, dan cari tahu apa yang perlu mereka perbaiki dan bagaimana cara terbaik bagi mereka untuk mengembangkan teknik pemasaran sendiri.

Mengapa Tenaga Marketing Gagal: Tips Mencegahnya Sejak Dini

Sediakan saluran untuk pelaporan, sebagai suatu cara untuk memberikan dukungan kepada tenaga marketing baru secara cepat dan faktual. Ajarkan metode-metode marketing yang sudah terbukti efektif, seperti penjualan berbasis aktivitas. Hal ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk memulai.

mengapa tenaga marketing gagal 3

Tidak mudah memulai tugas baru, dan tenaga baru kerap dihadapkan dengan ujian emosional. Namun, tenaga marketing menghadapi tekanan tambahan berupa target yang harus dicapai dalam waktu dekat. Jika tenaga baru tidak bisa menghasilkan transaksi di tahap awal, motivasi mereka pastinya akan terganggu. Perusahaan bisa menyediakan periode pengenalan, tanpa membebani mereka dengan target penjualan.

Daripada membebani mereka dengan tugas-tugas berat di awal, cobalah sediakan masa belajar dan milestone, yang merinci tugas-tugas tersebut ke dalam bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicapai. Misalnya, pasti sulit mencapai target penjualan Rp. 5 juta per minggu, Namun, dengan melakukan panggilan marketing 20 kali, mengikuti pelatihan selama 10 minggu, dan diikuti dengan target 10 leads baru pastinya lebih praktis. Perasaan sukses yang diperoleh dari target-target kecil ini  pastinya lebih efektif menjadi semangat tenaga marketing baru. Dan jika diatur sedemikian rupa, semangat ini akan membawa mereka meraih lebih banyak transaksi.

Mengapa Tenaga Marketing Gagal: Mengatasi Inkonsistensi

Masalah terkait inkonsistensi menjadi hambatan bagi banyak tenaga marketing. Biasanya, perusahaan memiliki anggota tim yang mampu mencapai target selama 1 atau 2 bulan, kemudian capaian mereka turun ke titik yang mengecewakan pada siklus berikutnya. Tipe karakter semacam ini mempersulit anda membuat proyeksi penjualan secara akurat. Inkonsistensi semacam ini tidak adil bagi anggota tim lain, yang sudah berusaha keras untuk mencapai target tim.

Tipe tenaga marketing semacam ini tentunya memiliki kemampuan dan bakat untuk menjadi seorang performer dominan. Mereka hanya membutuhkan arahan yang tepat untuk mencapai target pada setiap periode.

Cari Motivator bagi Mereka

Tidak semua orang termotivasi oleh uang. Tenaga marketing yang tidak konsisten ini adalah tipe orang yang dipengaruhi oleh motivasi, lebih dari sekedar komisi finansial. Seorang manajer pemasaran bertanggung jawab untuk mengetahui apa yang dapat memotivasi setiap anggotanya. Temukan tipe reward atau insentif sederhana yang bisa anda gunakan untuk memicu kinerja pada tenaga marketing yang kerap bertindak tidak konsisten ini.

Apakah mereka dipengaruhi oleh ego? Anda bisa memberikan ucapan penghargaai secara terbuka pada orang semacam ini. Atau, bagaimana dengan cuti ditanggung perusahaan selama 1 atau 2 hari jika mereka mampu mencapai target selama 3 bulan berturut-turut? Jika anda menemukan bahwa uang bukan motivasi utama mereka, maka anda bisa menyusun sistem bonus yang berbeda. Sekali lagi, perlu diingat bahwa anda bertanggung jawab terhadap motivasi dan semangat tim kerja secara keseluruhan.

Memberikan reward berupa insentif ekstra kepada tenaga marketing yang tidak konsisten bisa juga menurunkan semangat mereka yang selama ini bekerja semangat. Bisa saja, mereka yang tadinya konsisten menjadi tidak termotivasi hanya karena anda terlalu memperhatikan mereka yang bersikap inkonsisten bukan? Tipe orang yang berbeda memberikan respon yang berbeda terhadap setiap jenis insentif. Tapi, semua anggota tim anda berhak mendapatkan tingkat reward yang sama. Keadilan adalah keharusan. Jadi, carilah motivator yang tepat untuk setiap individu yang berbeda, sehingga perusahaan mendapatkan manfaat yang optimal.

Temukan Dimana Masalahnya

Kegagalan mengidentifikasi masalah dan menemukan solusinya adalah penyebab lain mengapa tenaga marketing gagal. Bicarakan tentang kinerja mereka bersama tim. Jelaskan bahwa anda selalu ada untuk membantu, bukan hanya memberikan tekanan tambahan kepada tenaga marketing yang sebenarnya sudah tertekan. Bekerjalah dengan anggota tim anda untuk menemukan solusinya secara bersama.

Pada saat rapat, coba tampilkan beberapa contoh panggilan telepon yang mereka buat, pelajari saluran yang mereka gunakan, dan bandingkan statistik antara periode sukses dengan periode yang tidak sukses. Tanyakan kira-kira dukungan atau pelatihan spesifik seperti apa yang mereka butuhkan. Anda mungkin menemukan bahwa mereka membutuhkan pengingat secara terus-menerus di awal setiap periode.

Ada kalanya, tenaga marketing membuat daftar prospek yang cukup baik, dan kemudian menghabiskan banyak waktu untuk menghasilkan closing untuk mencapai target, tanpa mereka sadari, bahwa sebenarnya mereka tidak memiliki prospek baru. Bagaimana caranya? Dapatkan pembahasannya pada post selanjutnya.

Tagged With :

Leave a Comment