Trend Bisnis Tahun 2023: Beratnya Mempertahankan SDM Terbaik

Tahun 2023 sudah di depan mata. Banyak yang sudah mulai merancang resolusinya di tahun depan. Sejumlah pertanyaan tentang trend bisnis tahun 2023 juga mulai muncul. Sebagian dari apa yang terjadi di tahun 2022 ini mungkin masih kita lihat di tahun 2023 nanti, namun sebagian lagi tentunya akan berubah. Apa yang ada tahun 2022 ini mungkin berjalan semakin cepat di Tahun 2023, dan mungkin ada yang tenggelam.

Trend Bisnis Tahun 2023 Yang Perlu Anda Amati

Tentunya, setiap pengusaha ingin tahun seperti apa trend bisnis tahun 2023. Tahun 2022 adalah awal di mana bisnis kembali dibuka, dan pembatasan-pembatasan akibat pandemi semakin dikurangi. Di Tahun 2023, persiapan kita untuk kembali pada kondisi normal mungkin lebih baik. Namun benarkah semuanya akan kembali normal?

trend bisnis tahun 2023

Bekerja Dari Rumah Masih Ada, Namun Terus Berkurang

Ternyata, fenomena bekerja dari jarak jauh atau bekerja dari rumah belum akan hilang sepenuhnya di Tahun 2023. Sejumlah penelitian tentang produktivitas masih terus berjalan. Jika anda suka bekerja dari rumah, mungkin hasil studi ini bukan berita bagus bagi anda. Akhir-akhir ini, banyak pekerja jarak jauh ternyata menghabiskan begitu banyak waktu untuk membuktikan produktivitas mereka. Tekanan untuk membuktikan bahwa mereka menggunakan waktu kerja secara bijak ternyata tidak sehat untuk membangun lingkungan kerja yang kondusif.

Sejumlah pakar merujuk pada kenaikan produktivitas yang cukup besar di awal pandemi, ketika masyarakat masih belajar untuk bekerja dari rumah. Namun, studi-studi terbaru menunjukkan bahwa produktivitas itu adalah ‘produk’ dari kepanikan. Sepertinya, dimasa-masa ketika banyak hal terjadi di luar kendali, masyarakat mulai mengumpulkan energi untuk mengerjakan hal-hal yang bisa mereka kendalikan.

Jika kita melihat kembali kebelakang, semuanya akan jelas. Saat ini, ketika pandemi sudah berlalu, para ahli menyadari bahwa tidak baik bagi perusahaan jika seluruh karyawannya bekerja dari rumah. Persentase pekerja yang bisa bekerja dari jarak jauh bervariasi, sesuai dengan jenis perusahaan. Jadi, tidak ada satu jawaban tunggal untuk pertanyaan, “Berapa persen idealnya karyawan yang bisa bekerja dari jarak jauh?”

Lalu, apakah seluruh tenaga kerja akan kembali ke kantor di Tahun 2023? Belum tentu.

Apakah pekerja akan bekerja penuh dari rumah? Belum tentu juga.

Retensi Akan Menjadi ‘Permainan’ Baru

Mempekerjakan orang pastinya membutuhkan banyak biaya. Trend bisnis Tahun 2023 tidak terlepas dari isu retensi (berapa lama seorang karyawan bertahan di sebuah perusahaan). Bekerja sama dengan sebuah perusahaan pencari tenaga kerja membutuhkan biaya. Cara terbaik untuk menghindari biaya rekrutment yang besar adalah mempertahankan orang-orang baik yang ada di sekitar anda. Manajer di perusahaan yang sudah beroperasi selama beberapa tahun pastinya sepakat bahwa kehilangan karyawan yang baik dan produktif itu sangat mahal dan menyakitkan, dan bahkan bisa memperlambat denyut nadi perusahaan.

Ketika Gen Z mulai memasuki angkatan kerja, kecenderungan mereka untuk gonta-ganti pekerjaan (dan bahkan karir) justru lebih tinggi dibanding generasi millennial.  Era di mana pekerja bisa bertahan 25 tahun di sebuah perusahaan sudah berakhir. Pekerjaan saat ini lebih dipandang sebagai mata pencaharian sementara. Artinya, tingkat turnover atau keluar-masuknya karyawan akan semakin tinggi. Masa kerja karyawan akan terus mengalami penurunan.

Di Tahun 2023, ketika perusahaan mulai mengharuskan karyawan untuk kembali bekerja di kantor, dan ketika trend mengundurkan diri masih belum berakhir, perusahaan tampaknya harus bekerja sangat keras untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi karyawannya, yakni lingkungan kerja yang sulit ditinggalkan. Para pemimpin yang intuitif mestinya mulai mengidentifikasi lingkungan kerja seperti apa yang menarik dan mampu membuat karyawannya betah.

Sentuhan Manusiawi (Soft Skill) Akan menjadi Standar Emas Yang Baru

Artificial Intelligence (AI) mulai menggantikan tenaga manusia. Artinya, manusia harus menjadi pakar dalam melakukan apa yang tidak bisa dilakukan AI – yakni, menjadi manusia. Mesin-mesin berbasis AI memang bisa lebih efisien dan lebih akurat dibanding manusia, namun mesin tidak bisa menggunakan intuisi atau sensitivitas kultural, bukan? Di sinilah manusia mesti menjadi pakarnya, dan ini menjadi salah satu trend bisnis Tahun 2023.

Artinya lagi, perusahaan ditantang untuk mampu merekrut orang yang benar-benar bisa menjadi manusia. Indikator utama dari sentuhan manusiawi, atau yang kerap disebut soft skill, ini akan menjadi indikator utama sistem rekrutmen yang baik dalam beberapa tahun mendatang. Para pengusaha mestinya mulai bertanya, “Bagaimana orang ini berhubungan dengan orang lain?” saat menilai seorang karyawan. Pemilik usaha yang cerdas juga akan bertanya, “Apakah kehadiran orang ini memperbaiki suasana kerja atau tidak?” Ini hanyalah dua contoh dari pertanyaan yang mesti dipertimbangkan para pemimpin di perusahaan.

Banyak trend bisnis Tahun 2023 yang mungkin akan kita lihat. Namun, di atas adalah 3 trend yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yang tidak ingin kehilangan sumber daya manusia terbaiknya. Kehilangan SDM terbaik sama dengan kerugian besar, dan mempertahankan karyawan sepertinya menjadi salah satu tantangan terbesar di Tahun 2023.

Tagged With :

Leave a Comment