Deposito merupakan salah satu instrumen investasi dengan risiko yang rendah. Meski begitu, Anda tetap harus cermat dalam memilih tempat berinvestasi. Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih tempat berinvestasi adalah besaran bunga deposito yang ditawarkan bank tersebut.
Alasannya sederhana, apalagi kalau bukan demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya namun dana Anda tetap aman dan terkelola dengan baik. Sebagai referensi, berikut 10 daftar bunga deposito bank yang paling tinggi di Indonesia dikutip dari Laporan Harian Bank Umum (LHBU) Bank Indonesia per 22 Desember 2021.
Daftar bunga deposito bank yang paling tinggi di Desember 2021
Mengutip data LHBU Bank Indonesia tadi diketahui bahwa bunga deposito tertinggi di perbankan sampai akhir 2021 ini adalah sebesar 8,00%.
Adapun bank yang menawarkan bunga deposito tertinggi tersebut adalah Bank MNC Internasional Tbk untuk tenor 6 dan 12 bulan serta Bank Victoria International untuk tenor 1 bulan.
Berikut daftar selengkapnya:
1. Tenor 1 bulan
- Bank Victoria International sebesar 8,00%
- Bank Maspion Indonesia sebesar 6,00%
- Bank IBK Indonesia sebesar 5,75%
- Bank MNC Internasional sebesar 5,00%
- Bank Capital Indonesia sebesar 5,00%
- Bank KEB Hana Indonesia sebesar 4,50%
- Bank INA Perdana sebesar 4,50%
- Bank of India Indonesia sebesar 4,50%
- Bank QNB Indonesia sebesar 4,45%
- Bank Resona Perdania sebesar 4,00%
2. Tenor 3 bulan
- Bank MNC Internasional sebesar 7,75%
- Bank Resona Perdania sebesar 7,75%
- Bank Victoria International sebesar 7,00%
- Bank IBK Indonesia sebesar 6,00%
- Bank KEB Hana Indonesia sebesar 6,00%
- Bank INA Perdana sebesar 5,75%
- Bank Capital Indonesia sebesar 5,75%
- Bank Ganesha sebesar 5,71%
- Bank of India Indonesia sebesar 4,75%
- Bank QNB Indonesia sebesar 4,67%
3. Tenor 6 bulan
- Bank MNC International sebesar 8,00%
- Bank Victoria International sebesar 6,75%
- Bank IBK Indonesia sebesar 6,00%
- Bank Maspion Indonesia sebesar 5,75%
- Bank Capital Indonesia sebesar 5,50%
- Bank of India Indonesia sebesar 5,00%
- Bank of QNB Indonesia sebesar 4,78%
- Bank of China (Hong Kong) sebesar 4,75%
- Bank CTBC Indonesia sebesar 4,25%
4. Tenor 12 bulan
- Bank MNC Internasional sebesar 8,00%
- Bank Victoria International sebesar 7,75%
- Bank of India Indonesia sebesar 7,5%
- Bank IBK Indonesia sebesar 6,00%
- Bank Capital Indonesia sebesar 5,75%
- Bank QNB Indonesia sebesar 4,95%
- Bank of China (Hong Kong) sebesar 4,75%
- Bank Resona Perdania sebesar 4,60%
- Bank Maspion Indonesia sebesar 4,50%
- Bank KEB Hana Indonesia sebesar 4,50%
Daftar bunga deposito bank Himbara
Bila Anda tidak memiliki rekening di salah satu daftar bank di atas, mungkin alternatif lain yang bisa jadi target tempat investasi adalah himpunan bank-bank milik negara (Himbara). Bunga deposito bank Himbara memang tak sebesar bunga deposito bank-bank di atas, akan tetapi tetap lebih tinggi daripada bunga tabungan.
Berikut daftar selengkapnya:
1. Tenor 1 bulan
- Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar 2,75%
- Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar 2,50%
- Bank Mandiri sebesar 2,50%
- Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar 2,35%
2. Tenor 3 bulan
- Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar 2,85%
- Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar 2,60%
- Bank Mandiri sebesar 2,50%
- Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar 2,40%
3. Tenor 6 bulan
- Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar 2,85%
- Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar 2,75%
- Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar 2,75%
- Bank Mandiri sebesar 2,60%
4. Tenor 12 bulan
- Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar 2,85%
- Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar 2,85%
- Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar 2,75%
- Bank Mandiri sebesar 2,60%
Tips investasi deposito
Setelah mengetahui daftar bunga deposito bank paling tinggi di Indonesia, jangan langsung terburu-buru memilih bank yang menawarkan bunga tertinggi. Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan lebih lanjut sebelum memilih tempat berinvestasi. Berikut tips-nya:
1. Pastikan bank terdaftar di OJK
Hal pertama yang harus dicek adalah apakah bank potensial pilihan Anda sudah terdaftar di otoritas jasa keuangan (OJK) atau belum. Bank yang sudah terdaftar OJK berarti legalitasnya sudah dijamin oleh undang-undang. Dengan begitu, Anda bisa lebih tenang, tak perlu khawatir ditipu, sebab kinerja bank tersebut diawasi oleh OJK.
2. Pastikan bunga deposito bank memenuhi ketentuan LPS
Adapun maksimal suku bunga yang dijamin lembaga penjamin simpanan (LPS) terbaru adalah 6,50%. Rincinya, maksimal 4,00% untuk bank umum (rupiah), 0,50% untuk bank umum (valas), dan 6,50% untuk bank perkreditan rakyat (BPR).
Untuk itu, Anda perlu pilih-pilih lagi dan berhati-hatilah dengan tawaran suku bunga yang melebih tingkat bunga penjaminan LPS tersebut. Sebab, apabila deposito Anda memiliki bunga lebih dari tingkat penjaminan LPS tersebut, maka simpanan itu tidak bisa dijamin.
3. Perhatikan biaya tambahan
Jangan hanya tergiur oleh bunga yang tinggi, perhitungkan juga biaya-biaya lain yang dipatok oleh bank yang akan Anda pilih. Mulai dari pajak, materai, biaya administrasi, biaya penarik saat jatuh tempo, hingga denda bila terpaksa menarik simpanan sebelum jatuh tempo.
Setiap bank punya kebijakan yang berbeda-beda soal biaya-biaya tambahan tersebut. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan betul-betul, menghitung selisih keuntungan yang bakal diraih dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan tadi.
4. Baca syarat dan ketentuan secara menyeluruh
Selain mencermati biaya-biaya tambahan, Anda juga wajib membaca seluruh syarat dan ketentuan yang ditetapkan masing-masing bank tempat investasi. Perhatikan juga jumlah deposito minimum yang harus disetorkan ke pihak bank, sesuaikan dengan budget Anda. Demikian pula, keragaman jangka waktu depositonya, semakin beragam semakin baik. Anda bisa bebas menyesuaikan dengan kebutuhan sendiri.
5. Cermati fitur tambahan yang ditawarkan
Setiap bank biasanya menawarkan fitur-fitur tambahan yang membedakannya dari bank kompetitor. Cermatlah memilih bank yang menawarkan fitur paling menguntungkan untuk Anda. Fitur-fitur tambahan yang dimaksud seperti adanya layanan transfer hasil deposito langsung ke rekening lain. Atau ada tidaknya kebebasan menjadikan deposito tersebut menjadi jaminan kredit.
Lebih baik lagi, bila ada fitur Automatic Roll Over (ARO) atau perpanjangan otomatis, namun suku bunganya dapat ditarik atau ditransfer ke rekening lain.
6. Rutin hitung bunga deposito
Usai matang memilih tempat berinvestasi, PR Anda selanjutnya adalah rajin-rajin menghitung bunga deposito. Tujuannya untuk mempermudah Anda membuat strategi investasi agar meminimalisir kerugian. Hitung bunga, pajak, biaya penarik, dan biaya-biaya lainnya serta keuntungan lain yang didapat dari bank tersebut.
Sedikit tips biar cuan maksimal, pilih jangka waktu deposito yang menawarkan bunga paling besar. Misal, bila tenor 12 bulan menawarkan bunga lebih besar dari tenor lainnya, lebih baik pilih yang 12 bulan itu.
Dengan catatan, Anda yakin uang yang akan disimpan selama 12 bulan itu adalah uang dingin, alias tidak akan dipakai selama kurun waktu tersebut. Sehingga, tidak bakal ada alasan untuk menarik simpanan sebelum jatuh tempo.
Bagaimana sudah menentukan tempat investasi deposito yang cocok, belum?
Tagged With : bunga deposito bank