Ada suatu pepatah lama yang masih berlaku hingga saat ini terkait kebiasaan menabung, “menabung lebih awal dan sering.” Di dalam lima kata ini, tersirat tentang konsep bunga berbunga yang sangat kuat. Di sinilah pentingnya mengajak anak menabung. Tabungan anak akan berlanjut hingga dewasa. Anda mungkin pernah mendengar istilah compounding, namun tidak memahami maknanya. Untuk sekedar mengingatkan, istilah bunga berbunga artinya, bahwa dari waktu ke waktu, uang yang anda dapatkan dari tabungan pada akhirnya akan mendatangkan lebih banyak uang dibanding nilai tabungan asli.
Istilah ini mengacu ke pertumbuhan eksponensial. Komponen kunci untuk compounding bukanlah rata-rata pendapatan tahunan anda, melainkan jumlah tahun anda menabung dan mendapatkan keuntungan tahunan. Artinya, komponen utamanya adalah “waktu.” Pepatah di atas menekankan pentingnya arti kata “lebih awal” atau “dini.” Semakin dini anda mulai menabung, semakin besar tabungan anda akan berkembang.

Kisah Sukses Mengajak Anak Menabung
Tentunya, kita semua tahu makna pepatah di atas. Namun, apakah kita sudah mempraktekkannya? Bukan hanya untuk kita, namun untuk semua orang di sekitar kita, termasuk anak-anak. Anak-anak tidak bisa melakukannya sendiri. Mereka butuh orang tua untuk memandu mereka melalui jalan yang menyenangkan untuk mencapai kesehatan finansial di masa mendatang.
Berikut adalah beberapa kisah suksesnya, semoga bisa menjadi inspirasi bagi anda untuk mengajak anak menabung:
Jay Abolofia, Pendiri Lyon Financial Planning
Pendiri perusahaan yang berbasis di Waltham, Massachussetts ini mengaku menyadari pentingnya setiap dollar yang dihasilkan dan ditabung sejak usia dini. Ia bekerja untuk orang tuanya saat masih remaja. Orang tuanya mendorongnya untuk mengisi tabungan dan rekening IRA setiap tahunnya.
Pada level paling rendah, sekalipun assetnya tidak berkembang secara cepat, membangun kebiasaan menabung sejak usia dini dapat memberikan landasan yang kuat bagi anak anda tentang hal-hal mendasar seperti perencanaan, penganggaran, dan perilaku penting lainnya.
Aaron Shapiro, Pendiri Carver Edison
Ketika masing anak-anak, pendiri perusahaan yang berbasis di New York City ini mulai menabung beberapa sen di dalam kaleng setiap hari, sebagai tabungan untuk membeli apa saja yang ia inginkan. Jumlah tabungannya terus ditingkatkan, menjadi beberapa dollar per hari saat ia mulai menghasilkan uang, dan barang-barang yang ia inginkan pun semakin mahal.
Pada akhirnya, kebiasaan tersebut berubah menjadi setoran otomatis di rekening saat ia beranjak remaja, dan kemudian berubah lagi menjadi setoran berulang dan otomatis ke rekening yang ebih canggih, dan akhirnya menjadi rekening investasi ketika beranjak dewasa. Beberapa hal yang ia pelajari, dan bisa menjadi inspirasi bagi anda saat mengajak anak menabung adalah belajar menetapkan tujuan, berfikir ke depan, dan menabung untuk hal-hal yang diinginkan. Kebiasaan ini akan berlanjut hingga masa dewasa tanpa kesulitan apapun.
Jika anak-anak anda benar-benar ambisius, perencanaan ini dapat menunjukkan kepada mereka betapa menariknya kewirausahaan yang datang bertahap. Mereka bisa belajar sambil bekerja. Anak-anak anda bisa menghasilkan uang dengan melakukan suatu hal, kemudian menggunakan uang tersebut untuk usaha lain, dan seterusnya. Dengan cara ini, anak anda akan memahami bagaimana tabungan hari ini dapat mendatangkan hasil yang lebih menarik di masa mendatang.
Jay Ferrans, JM Financial & Accounting Services
Presiden perusahaan yang berbasis di Southfield Michigan ini mengaku mulai bekerja di usia 10 tahun, yakni menjual buah-buahan dan sayuran menggunakan truk. Ia bekerja sepulang sekolah dan pada hari Sabtu, termasuk sepanjang musim panas. Pada saat itu, ia digaji $5 sehari, plus tips. Bukannya membeli permen atau jajan, ia justru menabung uangnya di bank.
Setelah beberapa tahun, ia membeli alat penyedok salju untuk membersihkan salju di sekitar tempat tinggalnya. Ia menghasilkan lebih banyak uang dari pekerjaan tersebut. Ia juga menyusun pola untuk menyimpan uangnya, sehingga ia mendapat kebebasan untuk membeli barang-barang besar saat beranjak dewasa.
Jennifer Garcia, Garcia Private Wealth Group
Menurutnya, kita harus mengajak anak menabung sejak dini, demikian juga berinvestasi. Asset kita paling berharga adalah waktu. Dengan membiarkan tabungan kita berkembang dalam periode yang lebih lama, kita bisa meningkatkan peluang untuk mencapai target finansial saat pensiun nanti.
Ia punya seorang klien yang mulai menyisihkan satu lembar saham ketika anaknya lahir, dan terus menambahnya setiap ulang tahun si anak. Ketika anaknya berusia cukup, ia memberi tahu si anak bagaimana investasi yang kecil bisa tumbuh dari waktu ke waktu. Dalam beberapa tahun, review tahunan terhadap investasi tersebut menunjukkan manfaatnya, karena investasi tersebut berkembang dari waktu ke waktu.
Banyak orang menghabiskan uangnya untuk hal-hal kecil, tanpa menyadari dampaknya di masa mendatang. Bahkan, secangkir teh seharga $5 dari Starbucks dapat menghentikan anda membeli barang-barang besar di masa mendatang, karena nilai tabungan anda tidak bertambah. Semua orang bisa membuat pilihan, dan melalui pilihan itulah kesejahteraan finansial kita dibentuk beberapa tahun kemudian.
Dapatkan kisah sukses mengajak anak menabung pada post berikutnya…
Tagged With : financial planning • keuangan pribadi • keuangan rumah tangga