Daftar Saham Bank Digital yang Prospektif

Perkembangan industri 4.0 telah merambah ranah perbankan. Setelah bank-bank konvensional beramai-ramai menyediakan layakan online melalui aplikasi dan web, kini giliran bermunculan bank digital.

Bank digital merupakan bank-bank yang akan menyediakan layanan secara online, tanpa perlu mendirikan banyak kantor cabang offline seperti layaknya bank biasa. Konsep bank digital memungkinkan perbankan untuk memperluas jangkauan layanannya tanpa menganggarkan belanja modal (CAPEX) yang besar, sedangkan biaya operasionalnya pun lebih hemat dibanding bank biasa.

Daftar Saham Bank Digital yang Prospektif

Konsep tersebut menarik perhatian para investor di pasar modal Indonesia juga, sehingga beragam saham bank digital naik daun selama kuartal pertama tahun 2020. Saham-saham bank digital tersebut antara lain:

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO)
  2. Bank NET Indonesia Syariah Tbk (BANK)
  3. Bank Harda Internasional (BBHI)
  4. Bank Neo Commerce (BBYB)
  5. Bank Jago (ARTO)
  6. Bank BTPN (BTPN)
  7. Bank BCA Digital (BBCA)
  8. Bank Amar Indonesia (AMAR)

Sebagian bank digital tersebut berafiliasi dengan perbankan dan lembaga keuangan yang sudah lama eksis di Indonesia atau di mancanegara. Sedangkan sebagian yang lain berafiliasi dengan startup keuangan lokal, seperti Bank Jago dan GoPay, serta Bank Neo Commerce dengan Akulaku.

Keyakinan investor terhadap saham bank digital bukan hanya bersumber dari prospek ke depannya, melainkan juga dukungan modal melimpah dan potensi pasar dari grup yang membekingi masing-masing perusahaan. Tak heran jika harga saham bank digital semakin melambung hingga PBV dan PER berkali-kali lipat lebih tinggi dibanding data-data fundamental yang sudah ada.

Apakah masih layak investasi pada saham bank digital sekarang? Tak dapat dipungkiri bahwa bank digital termasuk sunrise industry yang berprospek cemerlang. Namun, bank-bank ini sekarang masih berada dalam tahap awal perkembangannya. Belum ada bukti kinerja perusahaan yang konkrit sebagai bank digital, serta belum ada pembagian pangsa pasar yang jelas terserap oleh masing-masing perusahaan.

Dengan demikian, investor sebaiknya mulai masuk ke saham-saham ini pada tingkat harga yang lebih murah atau setelah euforia mulai memudar. Dasar-dasar fundamental dan valuasi saham tetap harus dijadikan fondasi utama dalam memilih saham yang layak investasi.

Tagged With :

Leave a Comment