Banyak trader forex di Indonesia lebih memilih untuk menggunakan teknik Scalping daripada Swing Trading. Namun, teknik Swing Trading tak kalah populer di luar negeri. Salah satu tokoh yang dikenal karena Swing Trading-nya adalah Alan S Farley. Ia bahkan menulis buku best-seller berjudul “The Master Swing Trader”.

Dalam buku tersebut, Alan mengungkapkan sejumlah tips yang dapat cukup jitu untuk dipraktekkan oleh trader forex. Berikut ini lima diantaranya:
1. Lupakan berita, ingat-ingat angkanya.
Apabila Anda tak cukup pandai untuk mengetahui bagaimana berita akan mempengaruhi harga, maka perhatikan saja pergerakan harga di atas chart. Pergerakan harga sudah merefleksikan semua berita. Gunakan periode sebelum rilis berita untuk menerapkan analisis konvergen-divergen, lalu bandingkan pergerakan harganya dengan kondisi saat ini. Peluang trading forex bagus bisa muncul ketika harga di atas grafik berbeda dengan kondisi yang seharusnya.
2. Buy saat pullback pertama dari level tertinggi baru, Sell saat pullback pertama dari level terendah baru.
Pullback membuka peluang bagi trader untuk “menungganggi” kereta yang sudah melaju, sekaligus menjadi ancang-nacang bagi pasar untuk bergerak lebih jauh ketimbang pergerakan pertamanya. Oleh karena itu, bertindaklah dengan tangkas dan langsung entry ketika terjadi pullback pertama.
3. Tren tergantung pada timeframe.
Pastikan bahwa Anda memantau tren pada timeframe yang tepat dan sesuai dengan teknik trading Anda. Kesalahan dalam membaca tren bisa mengakhiri karir trading Anda.
4. Sesuaikan taktik trading Anda dengan kondisi pasar.
Langsung ganti taktik Anda jika sudah nyata bahwa taktik itu tak cocok dengan kondisi pasar. Konkritnya, jika situasi pasar berubah dari trending menjadi sideways, maka rubahlah taktik Anda sehingga memungkinkan untuk profit pada pasar sideways. Jangan terpaku pada satu taktik trading terus.
5. Kontrol risiko sebelum mencari reward.
Senantiasa aplikasikan manajemen modal yang baik, kontrol risiko Anda, dan jangan semata-mata memperhatikan profit saja. Menurut Alan, perhatian berlebihan pada profit adalah pertanda kurangnya pengalaman, sedangkan perhatian pada kerugian merupakan sinyal pengalaman trading mumpuni. Pasar takkan memberikan imbalan bagi orang yang tidak berhati-hati.
Tagged With : analisa teknikal • trading forex