3 Reksa Dana Saham yang Menjanjikan Saat IHSG Melemah

Banyak investor mengira reksa dana saham bukanlah pilihan yang bagus saat IHSG melemah. Akibatnya, mereka buru-buru mengalihkan dana ke reksa dana lain. Bahkan ada pula yang mencairkan reksa dana lalu memindahkan modal ke jenis aset berbeda seperti emas.

Hal ini dapat dipahami karena reksa dana saham mengalokasikan sebagian besar dananya ke saham-saham yang tercakup dalam IHSG. Namun, sebenarnya tetap ada sejumlah peluang investasi yang menarik pada reksa dana saham saat IHSG melemah seperti sekarang.

Kelebihan Reksa Dana Campuran

Berikut ini beberapa reksa dana saham yang menjanjikan meskipun bursa sedang lesu:

  1. Reksa dana berbasis ESG: Jenis reksa dana ini berinvestasi dalam saham-saham dari perusahaan yang ramah lingkungan dan menerapkan praktik bisnis yang baik sesuai standar ESG (Environmental, Social and Governance). Saham-saham ESG biasanya sudah mapan dan memiliki prospek yang baik dalam jangka panjang, meskipun harganya melemah dalam jangka pendek.
  2. Reksa dana berbasis indeks asing: Jenis reksa dana saham ini berinvestasi ke saham-saham dari perusahaan Indonesia yang masuk dalam indeks buatan lembaga mancanegara seperti MSCI Indonesia Value Index. Saham-sahamnya cenderung disukai oleh investor asing, sehingga berpeluang untuk pulih lebih cepat dibandingkan saham-saham yang belum jelas siapa peminatnya.
  3. Reksa dana saham campuran obligasi pemerintah: Jenis reksa dana ini berinvestasi dalam saham dan Surat Berharga Negara (SBN) sekaligus, sehingga risikonya lebih terkendali dibandingkan reksa dana saham biasa. Sekalipun saham-saham di dalamnya anjlok, nilai aktiva bersih (NAB) tetap tersokong oleh stabilitas return obligasi pemerintah.

Ketiga jenis reksa dana saham tersebut kemungkinan mengalami penurunan seiring dengan melemahnya IHSG. Namun, risikonya lebih rendah sehingga penurunannya tidak setajam reksa dana saham biasa. Penurunan kinerja ketiganya hampir pasti hanya bersifat sementara, karena memiliki underlying value yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana saham yang tidak memiliki patokan serupa.

Jadi, apakah kamu tertarik untuk menambahkan beberapa jenis reksa dana saham ini ke dalam portofolio? Jangan lupa mempelajari prospektus terlebih dahulu agar kamu mengenal kebijakan manajer investasi yang mengelola reksa dana tersebut.

Tagged With :

Leave a Comment