3 Mata Uang yang Paling Dipengaruhi oleh Fluktuasi Harga Minyak

Minyak mentah merupakan komoditi hasil eksplorasi sumber daya alam utama di berbagai negara. Ketika harga minyak meningkat, negara-negara produsen minyak akan menikmati pertumbuhan ekonomi pesat, pundi-pundi negara menggemuk, dan rekrutmen karyawan sektor energi meningkat. Sebaliknya, penurunan harga minyak mentah bisa mengakibatkan perlambatan ekonomi, PHK massal, peningkatan utang negara, hingga resesi berkepanjangan.

Tak semua negara produsen menghadapi risiko fatal ketika terjadi penurunan harga minyak mentah. Namun, bagi negara-negara tertentu yang gagal mendiversifikasi sumber pendapatan nasional, fluktuasi harga minyak mentah bisa berpengaruh sangat besar terhadap nilai tukar mata uangnya. Selaras dengan besarnya ketergantungan terhadap komoditi minyak dalam perekonomian negara, ada tiga mata uang yang paling terpengaruh oleh penurunan harga minyak mentah.

  • Dolar Kanada

Kanada merupakan negara produsen minyak terbesar kelima di dunia. Minyak mencakup 14 persen dari total ekspor, dan perusahaan migas menempati sekitar 14 persen bobot indeks saham Toronto. Akibatnya, ada korelasi positif yang sangat kuat antara nilai tukar Dolar Kanada (CAD/USD) dan harga minyak mentah dalam jangka panjang. Apabila harga minyak menurun, maka CAD/USD juga bakal tertekan.

Mata Uang yang Paling Dipengaruhi Oleh Fluktuasi Harga Minyak

  • Rubel Rusia

Rusia bersaing dengan AS dan Arab Saudi dalam memperebutkan kursi top three produsen minyak terbesar dunia. Migas mencakup lebih dari 70 persen dari total ekspor Rusia, sedangkan pendapatan dari sektor energi berkontribusi terhadap lebih dari 50 persen pendapatan anggaran federal. The World Bank mensinyalir, Rusia kehilangan pendapatan sekitar USD2 Miliar untuk setiap penurunan harga minyak sebesar USD 1.

Mata Uang yang Paling Dipengaruhi Oleh Fluktuasi Harga Minyak

  • Peso Kolombia

Nama negara asal mata uang ini boleh jadi jarang terdengar. Kolombia juga bukan anggota OPEC. Namun, ini merupakan negara yang memiliki ketergantungan paling berat terhadap migas di belahan dunia Barat. Sekitar 45 persen ekspornya berhubungan dengan produk migas. Akibatnya, nilai tukar Peso anjlok nyaris instan ketika harga minyak global merosot. Pengaruh ini bahkan sudah tak mungkin lagi digambarkan dalam grafik, karena saking drastisnya.

Baca Juga:   Investasi yang Perlu Diwaspadai Dalam Masa Krisis dan Resesi

Apabila Anda ber-trading forex dan ikut memperjualbelikan ketiga mata uang ini, maka penting sekali untuk memerhatikan tren harga minyak dunia di samping kondisi fundamental dan teknikal biasa. Selain itu, ada baiknya menghindari perdagangan mata uang-mata uang ini pada masa-masa konflik Timur Tengah, Afrika, atau Eropa yang berpotensi mengacaukan jalur suplai minyak global dan menimbulkan pergolakan harga.

Tagged With :

Leave a Comment