3 Kesalahan Terbesar Investor Saham Pemula

Tidak sedikit jumlah investor saham pemula yang gagal di tengah jalan, kemudian putus asa karena menganggap bahwa kesuksesan itu tak mungkin tercapai. Padahal, sebenarnya kegagalan tersebut kemungkinan mudah diperbaiki jika investor memperbaiki sejumlah kekeliruan yang dilakukannya.

Umpama melakukan bisnis berjualan pakaian, misalnya, maka selain harus mengetahui mode terkini, kita harus pula mampu memastikan jahitan yang rapi. Tujuannya agar tak keliru menjual pakaian yang mudah rusak. Demikian pula dalam investasi saham, jika kita mengetahui kesalahan apa saja yang mungkin terjadi, maka kita dapat menghindarinya hingga dapat mendapatkan keuntungan investasi yang optimal.

Pertanyaanya, kesalahan apa saja yang sering dilakukan investor saham? Berikut beberapa diantaranya.

Kesalahan Terbesar Investor Saham Pemula

 

1. Beli Saham Berdasarkan Rumor atau Firasat

Banyak berita-berita yang beredar di media saat ini bersifat hoax atau keliru, tetapi itu tak terbatas soal isu politik saja. Banyak pula rumor mengenai perusahaan-perusahaan terdaftar di bursa yang dapat mengakibatkan kita terdorong untuk membeli saham yang jelek, jika kita tak berhati-hati.

Investor pemula seringkali terjebak membeli saham karena rumor seperti itu, atau justru semata-mata karena firasat tertentu bahwa suatu saham itu bagus. Ini merupakan kesalahan besar, karena nilai suatu saham tak pernah lepas dari kondisi fundamentalnya. Jadi, sebelum membeli suatu saham, pastikan bahwa Anda benar-benar mengetahui kesehatan perusahaannya terlebih dahulu.

 

2. Investasi Saham Tanpa Rencana Jelas

Kebanyakan investor pemula mengalami kegagalan karena asal beli dan jual saham saja, sehingga keuntungan maupun kerugian tak terukur dengan jelas. Belakangan baru diketahui ternyata rugi lebih besar dibandingkan keuntungannya.

Oleh karena itu, kita harus terlebih dahulu menyusun rencana investasi yang jelas sebelum membeli suatu saham. Catat dalam sebuah jurnal dengan jelas, saham apa saja yang dibeli, alasan apa yang membuat kita membeli saham-saham tersebut, berapa lembar saham yang dibeli, serta pada harga berapa kita akan membeli dan menjual saham-saham itu.

 

3. Malas Belajar dan Analisa Saham

Kesalahan terbesar ketiga yang paling sering dilakukan oleh investor pemula disebabkan oleh sifat malas, hingga mudah percaya rekomendasi yang tidak jelas sumbernya. Malas meneliti latar belakang fundamental saham yang akan dibeli. Malas memeriksa ulang apakah posisi harga saat ini benar-benar bagus untuk membeli atau tidak. Malas untuk memperluas wawasan mengenai investasi saham. Dan seterusnya.

Warren Buffett, seorang investor terkemuka dunia, pernah mengatakan bahwa risiko itu muncul karena kita tak mengetahui aset yang kita investasikan. Jadi, sifat malas seperti ini tak boleh dilestarikan, jika kita ingin sukses dalam investasi saham.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar