3 Investor Emas Paling Berpengaruh Di Dunia

Harga emas bisa mengalami kenaikan maupun penurunan karena banyak sebab, seperti krisis ekonomi dan permintaan cadangan bank sentral. Namun, ada kalanya pula harga emas akan bergolak karena komentar atau tindakan tokoh-tokoh tertentu. Diantaranya, tiga investor terkemuka berikut ini sering mendorong banyak orang menduplikasi langkah mereka, baik saat mereka membeli ataupun menjual emas dalam jumlah besar-besaran. Siapakah mereka?

3 Investor Emas Paling Berpengaruh Di Dunia

1. John Paulson

John Paulson telah mengantongi banyak portofolio sukses, termasuk dari hasil prediksinya bahwa pasar perumahan AS akan kolaps pada tahun 2007. Strategi hedging dan shorting-nya pada saat itu berhasil meraup keuntungan USD15 Miliar. Namun, selain saham dan kontrak derivatif, Ia juga ikut andil dalam investasi emas. Pada tahun 2015, perusahaan Hedge Fund yang dikelola oleh investor legendaris ini pernah memiliki lebih dari USD1.5 Miliar dalam bentuk emas bullion, saham emas, dan reksa dana ETF Emas.

2. Stanley Druckenmiller

Dibandingkan John Paulson yang namanya sudah mulai memudar, Stanley Druckenmiller lebih sering muncul di berita-berita mengenai emas. Hedge Fund yang dikelolanya, Duquesne Family Office, secara rutin melaporkan kelolaan emas dalam berbagai bentuk senilai USD200 Juta-USD400 Juta.

Semalam sebelum Donald Trump dipilih sebagai presiden AS ke-45, ia dilaporkan melepas semua emas di tangannya (karena memperkirakan harga emas akan jatuh). Namun, ia kembali memborong emas pada bulan Februari 2017 dengan dalih, “Saya ingin memiliki uang, tapi tak ada negara yang ingin mata uangnya menguat.”

3. George Soros

George Soros lebih dikenal sebagai trader forex dan saham dibandingkan logam mulia. Ia menjuluki emas sebagai “The Ultimate Bubble” karena menganggapnya tak memiliki sumbangsih dan peran sungguhan dalam perekonomian. Ia bahkan berulangkali mengejek investor yang memilih emas fisik dibandingkan saham. Namun, seiring dengan semakin suramnya outlook pertumbuhan ekonomi global, Soros akhirnya melirik emas juga. Pada bulan Mei 2017, ia memborong lebih dari 1 juta saham di SPDR Gold Trust (reksa dana ETF Emas terbesar di dunia) yang saat itu bernilai setara lebih dari USD123 juta.

Baca Juga:   Harga Emas Hari Sabtu 9 November 2019

Dari ketiga investor emas paling berpengaruh ini, ada satu hal yang dapat kita pelajari: Investasi emas saja boleh jadi tak begitu menguntungkan, tetapi ada masa-masa ketika emas memiliki prospek lebih baik dibandingkan aset investasi lain. Kita bisa meniru kesuksesan mereka juga dengan menyusun portofolio yang berimbang, memuat aset berpotensi profit tinggi tapi berisiko (seperti saham dan valas) bersama dengan aset yang berisiko lebih rendah (seperti emas dan reksa dana).

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar