Mau investasi saham, tapi bagaimana menentukan waktu belinya? Pertanyaan semacam itu kerap kali disampaikan oleh investor pemula. Jual-beli saham memang bisa dilakukan kapan saja dalam jam kerja bursa dari Senin hingga Jumat. Namun, investor tentu tak ingin membeli suatu saham saat harganya sedang mahal-mahalnya.
Untuk menentukan kapan waktu membeli saham yang tepat ini agak susah-susah gampang. Dari perspektif fundamental, penentuan waktu beli saham bisa dilakukan dengan memantau laporan keuangan dan menghitung rasio-rasio seperti PBV, PER, dan lain sebagainya. Namun, investor pemula mungkin memandangnya terlalu rumit. Dalam hal ini, analisis teknikal bisa jadi opsi berikutnya.
Pada dasarnya, analisis teknikal dilakukan dengan menerapkan indikator bersifat matematis di atas grafik harga saham. Berkat teknologi masa kini, investor cukup membuka alat analisis grafis untuk memasang indikator tersebut, kemudian menilai posisi harga saat ini serta memperkirakan ke mana arah pergerakan berikutnya. Sebagai contoh, salah satu indikator paling sederhana dan paling mudah digunakan oleh pemula adalah Bollinger Bands yang tergambar pada grafik saham Waskita Karya (WSKT) dalam time frame Daily di bawah ini.

Prinsip matematis Bollinger Bands cukup rumit, tetapi penggunaannya sangat simpel. Ada tiga garis dalam indikator Bollinger Bands, yaitu garis atas (Upper Band), garis tengah (Middle Band), serta garis bawah (Lower Band). Harga saham akan cenderung naik-turun dalam kisaran yang dibatasi oleh ketiga garis ini saja, walaupun kadang kala melonjak atau merosot melampaui garis teratas dan terbawah.
Secara praktis, kita bisa mengatakan bahwa ketika harga saham WSKT saat ini berada pada level 2010, maka posisinya sudah berada di puncak. Pergerakan berikutnya kemungkinan naik sedikit, tetapi akan berbalik turun hingga kisaran 1928 (Middle Band) atau 1850 (Lower Band). Artinya, menurut Bollinger Bands, ini bukan saat yang tepat untuk beli saham WSKT. Sebaiknya Anda tunggu hingga harganya menurun ke dua kisaran tadi terlebih dahulu, baru kemudian beli saham WSKT. Berdasarkan panduan yang sama, Anda bisa menentukan pula kapan waktunya untuk jual saham (Take Profit) kelak.
Mudah sekali, bukan!? Grafik harga saham yang dapat dipasangi indikator Bollinger Bands seperti ini umumnya bisa diperoleh dalam platform trading yang disediakan oleh perusahaan sekuritas. Seandainya perusahaan sekuritas Anda tak menyediakannya, maka Anda bisa memanfaatkan fitur grafik harga saham yang disajikan oleh situs investing.com.
Tagged With : analisa teknikal • saham