Dividen merupakan salah satu sumber keuntungan dalam investasi saham. Namun, frekuensi pembagian dividen setiap emiten saham itu berbeda-beda. Bursa Efek Indonesia juga tidak mewajibkan emiten untuk membagikan dividen dengan frekuensi tertentu.

Ada emiten yang tak pernah membagikan dividen, mungkin karena sedang berfokus pada ekspansi bisnis atau tengah mengalami masalah keuangan. Emiten saham yang profitable biasanya membagikan dividen sebanyak satu kali setahun. Di saat yang sama, ada segelintir emiten saham yang rajin membagikan dividen dengan frekuensi dua kali setahun atau lebih.
Apabila kamu berminat untuk mendulang dividen lebih dari sekali setahun, kesepuluh saham ini layak dipertimbangkan untuk dikoleksi:
- PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
- PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
- PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS)
- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
- PT United Tractors Tbk (UNTR)
Kesepuluh saham tersebut tercatat pernah membagikan dividen lebih dari sekali setahun dalam beberapa tahun beruntun. Beberapa diantaranya hanya membagikan dividen satu kali pada tahun 2020 dan/atau 2021 lantaran dampak pandemi COVID-19, tetapi mereka berpotensi meningkatkan frekuensi pembagian dividennya lagi setelah kondisi perekonomian membaik.
Para investor pemburu dividen biasanya menggunakan indeks IDX High Dividend 20 untuk memilih saham-saham potensial. Namun, daftar saham yang hobi bagi dividen lebih dari sekali setahun ini sebenarnya dapat dijadikan rujukan juga.
Kemampuan mereka untuk membagikan dividen berkali-kali dalam setahun menandakan profitabilitas yang baik, arus kas (cashflow) yang lancar, permodalan yang kuat, serta beban-beban (liabilitas) yang relatif lebih ringan dibandingkan perusahaan lain dalam sektor yang sama. Namun, tingginya frekuensi pembagian dividen juga menumbuhkan risiko terpendam.
Ketika suatu emiten menahan sebagian atau seluruh laba, maka ia dapat menggunakan laba tersebut untuk mengembangkan perusahaannya lebih lanjut. Bagaimana jika suatu emiten selalu membagikan sebagian atau seluruh labanya sebagai dividen untuk pemegang saham?
Dalam situasi ini, perusahaan berisiko hanya menggelontorkan sedikit dana untuk belanja investasi. Apabila berlangsung berlarut-larut, pertumbuhan perusahaan kemungkinan juga mandek dan malah tertinggal dari rival-rivalnya yang mampu berinvestasi lebih besar untuk ekspansi perusahaan.
Jadi, apakah kita sebaiknya mengoleksi atau menghindari golongan saham ini? Kamu dapat mengoleksi satu atau dua saham di atas untuk memperkaya portofolio. Namun, portofolio sebaiknya juga mencakup saham-saham lain di luar daftar ini. Dengan cara tersebut, kamu dapat mengurangi risiko sambil tetap memetik dividen untuk pundi-pundi pribadi.
Tagged With : dividen • investasi • saham