10 Emiten Saham Terbaik Tahun 2018

Pada bulan Mei 2018 lalu, media ekonomi terkemuka Bisnis Indonesia menggelar acara penghargaan bagi emiten – emiten saham terbaik dari 88 nominasi di 13 bidang usaha. Evaluasinya mencakup pula laba yang diperoleh masing-masing perusahaan, dan tentu dapat menjadi bahan pertimbangan bagi investor saat memilih saham. Mana saja emiten saham terbaik itu? Simak daftar 10 diantaranya di bawah ini.

Emiten Saham Terbaik

1. PT Bisi International Tbk (BISI)

Perusahan yang didirikan pada 1983 ini berfokus pada produksi benih berkualitas untuk pasar domestik maupun mancanegara. Pada 2017, BISI berhasil mencatat penjualan bersih Rp2.3 triliun (meningkat 24.73 persen dibandingkan tahun 2016) dan laba sebesar Rp336.22 Miliar.

2. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF)

Perusahan yang akrab dengan nama WOM Finance ini merupakan anak usaha PT Bank Maybank Indonesia yang bergerak di bidang multifinance. Pembukuan laba bersihnya melonjak 98 persen dalam kuartal I/2018 menjadi Rp55 Miliar dari Rp28 Miliar pada periode yang sama tahun lalu.

3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

Anda boleh jadi tak pernah mendengar nama MAPI. Namun, pasti pernah mendengar nama Starbucks Coffee, Zara, Marks & Spencer, atau SOGO bukan!? Perusahaan yang bersemboyan “The #1 Lifestyle Retailer in Indonesia” ini merupakan pemegang hak atas label-label multinasional tersebut dan puluhan merek lain. Pertumbuhannya luar biasa, dari hanya 40 gerai pada tahun 1995 menjadi 2,167 gerai pada akhir tahun 2017.

4. PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK)

BUKK dirintis sebagai bisnis perbengkelan, tetapi ini sudah berkembang merambah lini bisnis engineering, procurement, and construction. Sebelumnya sempat delisting, tetapi kini masuk lagi sebagai salah satu emiten yang patut diperhitungkan karena membukukan lonjakan laba bersih hingga 179.83 persen menjadi Rp180.57 triliun pada tahun 2017.

5. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)

Jarang sekali orang mendengar nama TPIA, tetapi ini sebenarnya adalah salah satu perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia dan merupakan satu-satunya operator naphta cracker di Indonesia. Selain itu, TPIA juga mengelola sebuah Joint Venture bersama perusahaan ban tingkat dunia, Michelin.

6. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)

Meski dirintis sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer Solo pada tahun 1966, tetapi perusahaan yang acap disebut Sritex ini kini telah berubah menjadi raja bisnis tekstil Indonesia. Pemasaran produknya sudah mencapai lebih dari 100 negara, di samping memiliki kontrak suplai seragam militer juga ke 30 negara dan NATO.

7. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Siapa saja tentu pernah mendengar nama Unilever, atau bahkan sudah menyimpan berbagai produk buatannya di rumah. Emiten saham kawakan yang sering dilabeli paling blue chip di Indonesia ini merupakan penguasa sektor barang konsumsi Indonesia dan terus menerus mencatat rekor penjualan baru.

8. PT Acset Indonusa Tbk (ACST)

Emiten saham terbaik dari sektor properti ini termasuk grup Astra setelah diakuisisi oleh anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR). Kinerja perseroan terus menerus meningkat secara luar biasa dari tahun ke tahun dengan visi menjadi The Largest Private Construction Company di Indonesia pada tahun 2020.

9. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)

Dibandingkan nama bank-bank nasional lain seperti BMRI, BBRI, BBCA, dan BBNI, nama BBTN lebih jarang didengar. Namun, itu tidak lantas berarti kinerjanya loyo. Bank dengan bisnis utama pada bidang pembiayaan perumahan ini mencatat laba kuartal I/2018 sebesar Rp202.5 triliun, atau tumbuh 19.34% (year-on-year)

10. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Tak dapat dipungkiri, BBCA merupakan bank swasta terunggul di Indonesia. Sejak ditangani oleh Djarum Group, perbankan ini terus menerus mencatat rekor kinerja prima. Pertumbuhan laba makin meninggi, sementara kualitas kredit terjaga dan DPK tumbuh stabil.

Nah, apakah Anda sedang mencari emiten saham terbaik untuk investasi? Kesepuluh emiten dalam daftar ini bisa jadi opsi bagus karena kondisi fundamental yang terhitung matang, apalagi bila bisa “menciduk”-nya saat harga sedang rendah.

Tagged With :

Leave a Comment