Warga AS Harap Stimulus Fiskal Diperpanjang, Wall Street Bervariasi

Indeks utama Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. S&P 500 berakhir lebih tinggi karena investor berharap stimulus fiskal yang lebih besar atau diperpanjang.

Mengutip laporan Reuters, Senin (21/7), Dow Jones Industrial Average turun 0,23 persen menjadi berakhir pada 26.672,36 poin, sementara S&P 500 naik 0,29 persen menjadi 3.224,75, dan Nasdaq Composite naik 0,28 persen menjadi 10.503,19.

Selama pekan lalu, S&P 500 dan Dow masing-masing naik 1,2 persen dan 2,3 persen, didorong optimisme vaksin virus corona yang diharapkan membantu pemulihan ekonomi pascapandemi.

Langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya dan peningkatan data ekonomi, telah membantu S&P 500 naik sekitar 5 persen dari rekor tertinggi di Februari 2020.

Nasdaq berakhir 1,1 persen lebih rendah selama minggu lalu karena investor menjual saham perusahaan-perusahaan kelas kakap, termasuk Microsoft Corp dan Amazon.

Saham Netflix anjlok 6,5 persen pada Jumat lalu, setelah layanan streaming video ini memperkirakan pertumbuhan pelanggan yang melambat dari perkiraan di kuartal III, sejalan dengan sektor layanan komunikasi yang turun 0,4 persen.

Sementara penurunan 1,5 persen pada Goldman Sachs membawa Dow jatih ke wilayah negatif.

Pekan ini, investor menanti rilis kinerja kuartal II dari sejumlah perusahaan besar, seperti Microsoft, Tesla, Intel, dan Verizon Communications.

Indeks Volatilitas Cboe, yang dikenal sebagai ‘pengukur rasa takut’ Wall Street, berakhir di 25,68 atau level penutupan terendah sejak 5 Juni.

Investor juga mengharapkan lebih banyak dukungan fiskal dari pemerintah. Sebab program tunjangan bagi para korban PHK dan pengangguran di AS akan berakhir pada 31 Juli mendatang.

Kongres AS baru akan membahas RUU mengenai stimulus fiskal lainnya pada hari ini.

“Baik Partai Republik dan Demokrat memiliki keyakinan yang kuat untuk menyetujui stimulus lebih lanjut,” kata Andrea Bevis, wakil presiden senior UBS Private Wealth Management, Boston.

BlackRock Inc, manajer aset terbesar di dunia, naik 3,7 persen setelah melaporkan kenaikan laba kuartalan. Investor banyak yang berinvestasi pada dana pendapatan tetap dan layanan kas manajemen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,5 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 11,6 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. (*)

 

 

Leave a Comment