Wall Street Tumbang: Ancaman Tarif Trump ke Eropa Picu Guncangan Baru

Pasar saham Amerika Serikat, atau Wall Street, mengalami penurunan tajam pada Jumat (23/5) dan mencatat kerugian mingguan yang signifikan. Hal ini dipicu oleh rekomendasi Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang asal Eropa.

Penyebab Utama Penurunan

Pernyataan Trump ini membangkitkan kembali ketegangan dalam perdagangan global dan menimbulkan gelombang ketidakpastian baru yang menghantui pelaku pasar. Investor khawatir akan dampak negatif dari perang dagang yang memanas, yang dapat mengganggu rantai pasokan global, menekan profitabilitas perusahaan, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Kinerja Indeks Utama Wall Street

Meskipun sempat memangkas sebagian kerugian di akhir sesi perdagangan, ketiga indeks utama Wall Street tetap ditutup lebih rendah:

  • Dow Jones Industrial Average turun 256,02 poin (0,61%) ke level 41.603,07.
  • S&P 500 merosot 39,19 poin (0,67%) ke 5.802,82.
  • Nasdaq Composite kehilangan 188,53 poin (1,00%) dan ditutup di 18.737,21.

Secara mingguan, ketiga indeks ini juga mencatat penurunan lebih dari dua persen:

  • Dow turun 2,47%.
  • S&P 500 turun 2,61%.
  • Nasdaq terkoreksi 2,48%.

Sektor yang Tertekan dan Menguat

Sektor teknologi, layanan komunikasi, dan barang konsumsi menjadi yang paling tertekan akibat ketidakpastian tarif. Hal ini tidak mengherankan mengingat banyak perusahaan di sektor-sektor ini memiliki rantai pasokan dan penjualan global yang rentan terhadap dampak tarif.

Sebaliknya, sektor utilitas, kebutuhan pokok, dan energi justru menguat. Sektor-sektor ini cenderung dianggap sebagai “safe haven” atau aset yang aman saat terjadi ketidakpastian ekonomi, karena permintaan terhadap produk dan layanan mereka cenderung stabil.

Dampak pada Saham Unggulan

Beberapa saham unggulan juga merasakan dampaknya:

  • Apple menjadi sorotan setelah Trump memperingatkan bahwa iPhone yang tidak diproduksi secara lokal di AS dapat dikenakan tarif tambahan 25%. Saham Apple pun turun 3%, menyentuh level terendah dalam dua minggu terakhir.
  • Amazon, Nvidia, dan Meta semuanya melemah lebih dari satu persen.
  • Tesla turun 0,5 persen.
  • Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai pengukur rasa takut di Wall Street, naik 10% dan mencetak level tertingginya dalam lebih dari dua pekan terakhir, menunjukkan peningkatan kecemasan di pasar.
  • Indeks semikonduktor juga mencatat penurunan sebesar 1,5%.
  • Saham perusahaan tertentu juga terpengaruh, seperti Deckers Outdoor (produsen sepatu bot UGG) yang merosot hampir 20% setelah proyeksi penjualan kuartal pertama di bawah ekspektasi dan tidak memberikan target tahunan karena ketidakpastian ekonomi makro yang dipicu isu tarif.
  • Nike juga melemah 2,1%.

Pasar Obligasi

Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun turun 4,4 basis poin menjadi 4,509%, mundur dari posisi tertingginya dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan imbal hasil obligasi biasanya menunjukkan bahwa investor mencari aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian, yang mendorong harga obligasi naik dan imbal hasilnya turun.

Pandangan Analis

James St. Aubin, Kepala Investasi di Ocean Park Asset Management, menyatakan, “Kalau saya harus memberi judul untuk hari ini, judulnya adalah ‘Kita Mulai Lagi!’”. Ia menjelaskan bahwa Trump kembali memanaskan isu perdagangan dengan Uni Eropa dan Apple, meskipun sebelumnya pasar berharap ketegangan tarif sudah mereda. Menurutnya, bara api konflik tarif masih menyala di balik retorika, mengindikasikan bahwa masalah ini belum selesai.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menilai tawaran perdagangan dari Uni Eropa belum memadai dan berharap ancaman tarif baru ini dapat memicu kemajuan dalam proses negosiasi.

Secara keseluruhan, pernyataan Presiden Trump mengenai tarif baru terhadap barang-barang Eropa menciptakan gejolak signifikan di pasar saham AS, menyebabkan investor bereaksi negatif terhadap prospek perang dagang yang lebih luas dan dampaknya terhadap ekonomi global. (*)

Leave a Comment