Pasar keuangan global menunjukkan gejolak pada Senin, 7 Juli 2025, dengan beberapa peristiwa penting yang memengaruhi sentimen investor:
Wall Street Melemah Akibat Perang Dagang AS
- Indeks Saham Utama AS Anjlok: Bursa saham utama Amerika Serikat, atau yang dikenal sebagai Wall Street, mengalami penurunan signifikan pada penutupan perdagangan. Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,94% menjadi 44.406,36, S&P 500 (.SPX) turun 0,79% menjadi 6.229,98, dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,91% menjadi 20.412,52.
- Penyebab Utama: Tarif AS yang Lebih Tinggi: Pelemahan ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan rencana untuk menerapkan tarif yang jauh lebih tinggi pada barang-barang impor dari Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara lain, yang akan dimulai pada 1 Agustus.
- Dampak Ketidakpastian: Adam Sarhan, Kepala Eksekutif 50 Park Investments, menyatakan bahwa pasar tidak menyukai ketidakpastian. Pengumuman tarif ini meningkatkan tingkat ketidakpastian, memicu aksi jual di pasar saham. Tarif diperkirakan dapat meningkatkan harga dan mengganggu pertumbuhan ekonomi, serta membuat bisnis menunda keputusan.
- Saham Perusahaan Terdampak: Saham perusahaan otomotif Jepang yang terdaftar di AS mengalami penurunan, seperti Toyota Motor (turun 4%) dan Honda Motor (turun 3,9%).
Dolar AS Menguat dan Peristiwa Lainnya
- Dolar AS Menguat: Di saat saham AS melemah, nilai tukar dolar AS justru menguat. Indeks dolar naik 0,517% menjadi 97,467, mencapai titik tertinggi dalam satu minggu. Euro sendiri melemah 0,57% terhadap dolar menjadi $1,172.
- Saham Tesla Anjlok: Saham produsen kendaraan listrik Tesla (TSLA.O) anjlok 6,8% setelah CEO Elon Musk mengumumkan pembentukan partai politik baru di AS bernama “Partai Amerika.”
- Pergerakan Pasar Global Lainnya: Pengukur saham MSCI di seluruh dunia (.MIWD00000PUS) turun 0,63% menjadi 919,93. Namun, indeks STOXX 600 (.STOXX) pan-Eropa ditutup naik 0,44%.
- Imbal Hasil Obligasi AS Naik: Imbal hasil obligasi acuan AS 10 tahun naik 5,7 basis poin menjadi 4,397%, sementara imbal hasil obligasi dua tahun yang sensitif terhadap suku bunga naik 1,9 basis poin menjadi 3,901%.
- Harga Minyak Meningkat: Harga minyak mentah naik, didorong oleh tanda-tanda permintaan yang kuat. Harga minyak mentah Brent naik 1,9% menjadi $69,58, dan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 1,4% menjadi $67,93.
- Fokus Investor ke Depan: Investor akan mencermati rilis risalah rapat terakhir Federal Reserve minggu ini, serta hasil kinerja kuartal II 2025 dari perusahaan-perusahaan S&P 500 yang akan mulai dilaporkan minggu depan. Data pekerjaan bulan Juni yang menunjukkan penambahan pekerjaan yang lebih tinggi dari perkiraan juga menjadi pertimbangan investor terkait potensi pemotongan suku bunga oleh The Fed.
Secara keseluruhan, pasar global pada 7 Juli 2025, sangat dipengaruhi oleh perkembangan perang dagang AS dan dampaknya terhadap sentimen investor, meskipun ada beberapa pergerakan positif di sektor-sektor tertentu seperti harga minyak.