Wall Street yang mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (10/3), ini penjelasannya:
Penyebab Utama Penurunan Wall Street:
- Ketegangan Tarif Perdagangan:
- Ketidakpastian dan ketegangan yang terus berlanjut terkait tarif perdagangan antara AS dan negara-negara lain, terutama Tiongkok, menciptakan kekhawatiran di kalangan investor.
- Penerapan tarif pembalasan oleh Tiongkok terhadap impor tertentu dari AS, serta rencana AS untuk menerapkan tarif baru terhadap logam dasar, semakin memperburuk situasi.
- Ketidak pastian tarif perdagangan ini dapat mengganggu rantai pasokan global dan menghambat pertumbuhan ekonomi.
- Kekhawatiran Penutupan Pemerintah Federal (Government Shutdown):
- Ketidakmampuan para legislator di Capitol Hill untuk meloloskan rancangan undang-undang pengeluaran guna mencegah penutupan pemerintah federal menambah ketidakpastian di pasar.
- Penutupan pemerintah dapat berdampak negatif pada aktivitas ekonomi dan kepercayaan investor.
- Kekhawatiran Resesi Ekonomi AS:
- Kombinasi dari ketegangan tarif dan potensi penutupan pemerintah memicu kekhawatiran bahwa ekonomi AS dapat terjerumus ke dalam resesi.
- Jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom juga mencerminkan meningkatnya risiko resesi di AS, Kanada, dan Meksiko.
- Pergerakan Imbal Hasil Obligasi Jepang:
- Menguatnya yen Jepang dan lonjakan imbal hasil obligasi negara Jepang menyebabkan investor melepas perdagangan carry trade.
- Perdagangan carry trade, di mana investor meminjam yen dengan biaya rendah untuk berinvestasi di aset dengan imbal hasil lebih tinggi, mulai melemah.
- Hal ini berdampak pada saham-saham teknologi, terutama kelompok Magnificent 7, yang terdiri dari raksasa teknologi berbasis kecerdasan buatan.
- Penurunan Saham Sektor Teknologi:
- Saham saham sektor tekhnologi mengalami penurunan paling besar, hal ini di sebabkan oleh menguatnya mata uang Yen jepang, dan juga lonjakan imbal hasil obligasi negara jepang.
- Kelompok saham Magnificent 7 mengalami penurunan cukup besar, karena dana dari perdagangan Carry trade banyak di tanamkan pada kelompok saham tersebut.
Dampak Penurunan Wall Street:
- Penurunan signifikan pada indeks utama saham AS:
- Dow Jones (.DJI) turun 2,08 persen.
- S&P 500 (.SPX) turun 2,70 persen.
- Nasdaq Composite (.IXIC) turun 4,00 persen.
- S&P 500 mencatat penurunan satu hari terbesar sejak 18 Desember.
- Nasdaq mengalami penurunan harian terburuk sejak September 2022.
- Nasdaq resmi memasuki fase koreksi setelah turun lebih dari 10 persen dari rekor tertingginya.
- S&P 500 juga ditutup di bawah rata-rata pergerakan 200 harinya, sebuah level support krusial untuk pertama kalinya sejak November 2023.
Kesimpulan:
Penurunan tajam Wall Street pada Senin (10/3) disebabkan oleh kombinasi faktor, termasuk ketegangan tarif perdagangan, kekhawatiran penutupan pemerintah, meningkatnya risiko resesi, dan pergerakan imbal hasil obligasi Jepang. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian di pasar dan memicu aksi jual oleh investor.